Turnamen Esports di Masa Pandemi, Apa yang Beda?

Turnamen Esports di Masa Pandemi, Apa yang Beda?

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 07 Agu 2020 16:55 WIB
Ilustrasi eSport, Ilustrasi eSports
Foto: Ilustrasi turnamen esports (Florian Olivo/Unsplash)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat bermacam bentuk perhelatan acara, termasuk turnamen esports, terdampak parah. Banyak acara yang ditunda atau malah beralih menjadi acara virtual.

Meski demikian, disebutkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, esports termasuk lebih beruntung ketimbang cabang olahraga lainnya yang harus menghentikan aktivitas pertandingan secara keseluruhan.

"Di masa pandemi ini salah satu yang terpukul kegiatan olahraga. Kompetisi, turnamen, pelatnas, pelatda semua terhenti. Ada satu yang masih berjalan yaitu esport," kata Menpora Zainudin dalam konferensi pers virtual Garena Free Fire, Jumat (7/8/2020).

Karena itu, menurut Menteri Zainudin, ketika banyak kegiatan olahraga di lapangan terhenti, maka seharusnya dukungan terhadap esports lebih didorong.

"Di tahun ini ada tiga tema yang Kemenpora dorong sekaligus, Sport Science, Sport Tourism, dan Sport Industry. Ini menjadi bagian dari road to Hari Olahraga Nasional tanggal 9 September nanti, dan akan menyemangati masyarakat kita," kata Menteri Zainudin.

Garena Free FireMenpora Zainudin Amali. Foto: Garena Free Fire

Perbedaannya

Professional Esports player Yogi Pramana Putra atau akrab dengan nickname letda.hyper mengatakan, perbedaan paling mencolok turnamen esports di masa pandemi baginya sangat berpengaruh pada suasana saat dia bertanding.

"Pastinya ada perubahan karena nggak mungkin kita turnamen offline. Ambience-nya menurut saya lebih tenang sih. Jadi ngerasa lebih santai. Kalau offline kan ramai banget. Tapi justru jadi lebih fokus bertanding dengan format online," ujarnya.

Menurutnya, berbagai turnamen esports yang digelar sangat bermanfaat bagi player untuk mengasah keterampilan bertanding dan menemukan bakat-bakat baru untuk pemain profesional.

Garena Free FireProfessional Esports player Yogi Pramana Putra. Foto: Garena Free Fire

"Saat ini banyak banget bibit-bibit baru, dan terus tumbuh. Mereka ini dari segi permainan juga mengejutkan kualitasnya, bagus-bagus," komentarnya.

Sementara itu, Direktur Garena Indonesia Hans Kurniadi Saleh mengaku menghadapi tantangan tersendiri saat akan menggelar turnamen esports secara online.

"Meski ambience-nya lebih tenang tapi tetap saja buat player ini jadi ujian secara mental. Jadi kita pikirkan format pertandingannya agar player nyaman," sebutnya.

"Turnamen-turnamen ini juga kan kita persiapan udah dari berbulan-bulam sebelumnya, ternyata pandemi. Challenge lainnya adalah bagaimana membuat konten turnamen ini menarik buat user yang nonton dari rumah karena mereka kan gak bisa menonton dan menyemangati secara langsung, sambungnya.

Garena Free FireDirektur Garena Indonesia Hans Kurniadi Saleh. Foto: Garena Free Fire

Dia juga menambahkan, masa pandemi tak mengurangi antusiasme para pencinta dan peserta esports mengikuti bermacam turnamen yang digelar.

Sejak digelar di tahun 2018, peserta turnamen Garena Free Fire terus meningkat, dibuktikan dengan event Garena Free Fire di 2019 memperoleh rekor MURI dengan 12.672 tim, dan meningkat menjadi 514.000 tim di awal 2020.

Di tahun ini, Garena Free Fire kembali menghadirkan rangkaian turnamen Free Fire Fall Season 2020 dengan total hadiahnya Rp 2 miliar.

Pertandingan FFML Season II akan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.00 - 22.00 WIB di tanggal 8 Agustus - 19 September 2020, kemudian akan dilanjutkan dengan turnamen FFIM 2020 Fall mulai September - Oktober 2020 mendatang.



Simak Video "Garena Kembali Jaring Jutaan Bibit Pro-Player di Liga Free Fire 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)