Senin, 10 Feb 2020 19:31 WIB

Pengalaman Mobile Gaming di Indonesia Kurang Memuaskan

Adi Fida Rahman - detikInet
Turnamen NXL Mobile Esport Cup 2019 yang digelar di Mangga Dua Mal, Jakarta, berlangsung meriah. PUBG dan Mobile Legend diperlombakan. Pengalaman Mobile Gaming di Indonesia Kurang Memuaskan (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pengalaman bermain mobile gaming di Indonesia kurang begitu maksimal. Penyebabnya pemain kerap mengalami delay saat bertanding.

Demikian terungkap dari laporan OpenSignal terkait pengalaman mobile gaming di era 5G seperti dilihat, Senin (10/2/2020). Data dikumpulkan dari 10 Oktober 2019 - 10 Januari 2020. Ada 100 negara yang disurvei, dan Indonesia berada di urutan ke-55.

Negara kita mendapatkan nilai 63,6 dari 100. Skor tersebut dikategorikan Poor berarti sebagian besar pengguna merasa tingkat pengalaman ini tidak dapat diterima.

OpenSignal sendiri mengukur dari pengalaman bermain multiplayer. Ada dua fokus yang dilihat, yakni layanan streaming game dan kecepatan pengunduhan.


Sementara game yang digunakan meliputi PUBG, Free Fire dan Fortnite. Dengan permainan yang berbeda ini dapat dilihat respon terhadap kondisi jaringan seluler.

Hasilnya Singapura menjadi negara dengan nilai paling tinggi. Nilai yang diraih 85,5 dari 100, dikategorikan Excellent.

Belanda berada di urutan kedua dengan nilai 85,4 dan Jepang di posisi ketiga dengan skor 85,3. Keduanya masuk dalam kategori Excellent.

OpenSignal mencatat hanya tiga negara di Asia yang masuk dalam 20 besar. Selain Singapura dan Jepang ada Korea Selatan yang berada di posisi ke-14. Selebihnya didominasi negara-negara di Eropa.

Berikut daftar peringkat Mobile Games Experience dari OpenSignal:

Pengalaman Mobile Gaming di Indonesia Kurang MemuaskanFoto: (OpenSignal)


Simak Video "Main PUBG Bikin Negara Rugi, Kok Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)