Selasa, 12 Mar 2019 17:25 WIB

Ketahuan Main PUBG Bisa Masuk Penjara, Di Mana?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Di sebuah kota di India, ketahuan main PUBG bisa dihukum masuk penjara! (PUBG Mobile. Foto: istimewa) Di sebuah kota di India, ketahuan main PUBG bisa dihukum masuk penjara! (PUBG Mobile. Foto: istimewa)
New Delhi - Game Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) benar-benar digandrungi anak muda, termasuk di India. Bahkan saking cemasnya game mobile ini menimbulkan dampak negatif, sebuah kota di sana telah melarang PUBG dan siapa yang ketahuan memainkan bisa dipenjara.

Dikutip detikINET dari Bloomberg, adalah kepolisian di wilayah Rajkot, India, yang untuk sementara melarang PUBG di kota itu dari tanggal 9 Maret sampai 30 Maret 2019. Kota lain di India kabarnya juga mempertimbangkan langkah serupa.

PUBG dilarang antara lain karena dianggap mengandung kekerasan dan bikin anak malas belajar. Polisi juga menyebut banyak orang tua menginginkan game itu diblokir. Selain PUBG, polisi juga melarang Momo challenge.




Dalam pernyataannya, kepolisian Rajkot menyatakan siapa yang melanggar larangan main PUBG bisa dihukum. Dari denda sampai ancaman penjara paling lama sebulan. Polisi dikecualikan dalam larangan main PUBG dengan alasan untuk kepentingan investigasi.

"Kepolisian Rajkot melarang game PUBG dan Momo Challenge. Menurut mereka, game ini memicu kekerasan di kalangan anak muda dan mempengaruhi perkembangan mereka. Setiap orang bisa melapor ke kantor polisi terdekat jika melihat orang main game itu," tulis Kumar Manish, seorang jurnalis setempat.




Tentu kebijakan itu banyak diprotes, misalnya dengan alasan banyak game lain yang lebih sadis. Juga ada banyak masalah lain yang lebih penting di India ketimbang melarang game.

"Hal ini tidak benar. Ada banyak isu di India untuk diselesaikan misalnya kasus pemerkosaan. Konsentrasi saja pada hal itu dan jangan pada hal yang tidak penting," sebut seorang netizen setempat di Twitter.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed