Bahkan secara total, Tencent telah kehilangan market value hingga USD 150 miliar (Rp 2.195 triliun) jadi USD 420 miliar dalam satu semester. Market value Tencent memuncak pada bulan Januari 2018, mencapai USD 579 miliar. Penurunan valuasi begitu besar itu akibat ancaman perang dagang China dengan Amerika Serikat serta melambatnya pertumbuhan pendapatan di bidang game.
Badan regulasi konten China memaksa Tencent untuk menarik game terbarunya Monster Hunter: World hanya beberapa hari setelah dirilis pada 8 Agustus. Dalam pernyataan yang dirilis, Tencent mengatakan bahwa regulator menerima banyak komplain mengenai game tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mengintip Markas Tencent yang Futuristik |
Monster Hunter: World sendiri merupakan game yang dirilis oleh Capcom, tetapi Tencent telah memperoleh lisensi untuk menjualnya di platform game miliknya, WeGame. Game ini telah terjual lebih dari delapan juta kopi secara global.
Seorang pegawai Tencent menyatakan keheranannya karena game ini dianggap tidak memiliki unsur kekerasan yang berlebihan dibanding game lainnya. Ia juga mengatakan bahwa Tencent telah menerima lisensi untuk menjual game tersebut sejak bulan Maret 2018.
"Bukan tidak mungkin kalian masih bisa diblok bahkan ketika kalian sudah lulus sensor, dengan cara yang sama sebuah film dapat ditarik setelah pemutaran publik," kata pegawai Tencent yang tidak ingin disebut namanya kepada Reuters, seperti dikutip detikINET, Selasa (14/8/2018).
Petinggi industri China juga menyatakan banyak perusahaan yang kesulitan untuk mendapatkan lisensi penjualan game sejak bulan Maret 2018 dikarenakan isu birokrasi.
Tencent mengatakan bahwa pelanggan yang telah membeli Monster Hunter: World dapat mengajukan refund hingga 20 Agustus. Pengguna yang sudah mengunduh juga dapat tetap memainkan game tersebut, tetapi Tencent tidak menjamin akan melanjutkan layanan terkait.
Tonton juga 'Raksasa Internet China Kucurkan Dana Rp 16 Triliun untuk Go-Jek?':
(rns/rns)