Selasa, 10 Jul 2018 08:21 WIB

Awas! Banyak Scam Berkeliaran di Fortnite

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Ternyata di game Fortnite, pemain tidak hanya harus menghindari musuh, tapi juga berbagai penipuan yang mampu menyedot banyak uang dari saku mereka.

Fortnite, salah satu game yang tengah digemari saat ini, dilaporkan disusupi sejumlah oknum yang menawarkan uang secara gratis kepada pemain dengan melakukan komunikasi kepada mereka via headset. Aksi tersebut akan mengarahkan user untuk memberikan sejumlah informasi sensitif dan personal dan membuat pelaku bisa mengambil uang dari mereka.

Modus utama yang diterapkan oleh para penipu adalah dengan memberikan penawaran palsu dengan embel-embel. V-bucks, sebagaimana detikINET kutip dari The Independent, Selasa (10/7/2018). Itu merupakan mata uang virtual di dalam Fortnite yang digunakan untuk membeli item agar dapat memberikan upgrade terhadap karakter pemain.



Kebanyakan, para pelaku kejahatan siber ini tidak menerapkan cara yang mengharuskan pemain untuk mengunduh file atau memberikan izin akses terhadap perangkat miliknya. Mereka lebih memilih untuk menggiring para korban, yang mayoritas masih anak-anak, untuk mengunjungi sebuah situs dan memberikan informasi pribadi serta data-data lainnya.

Dari situ, pelaku dapat mengambil informasi tersebut tanpa benar-benar memenuhi penawaran palsu mereka di awal, yaitu V-bucks secara cuma-cuma. Walau kebanyakan korban dari cara ini masih anak-anak, oknum tersebut masih punya metode lain untuk mengelabui pemain yang sudah terbilang dewasa.

Awas! Banyak Scam Berkeliaran di FortniteFoto: istimewa


Mereka memanfaatkan ketiadaan Fortnite untuk perangkat berbasis Android dengan meluncurkan APK game tersebut di berbagai video dalam platform YouTube. APK tersebut tidak dapat ditemui di Google Play Store, namun dapat di unduh melalui sebuah link yang tertaut di video tempatnya berada.

Hebatnya, menurut laporan Nathan Collier dari Malwarebytes, pembuat aplikasi palsu ini menggunakan ikon dari iOS, menyematkan logo Epic Games, hingga menampilkan loading screen yang sama persis seperti game Fortnite untuk iPhone dan iPad.

Lalu, setelah loading screen selesai, maka akan muncul sebuah laman yang berisikan pesan "new updates". Saat ditekan, ikon tersebut akan mengarahkan ke log in screen yang juga dicuri dari game versi iOS.



Setelah masuk, aplikasi tersebut akan meminta verifikasi yang mengarahkan ke peramban untuk memastikan bahwa penggunanya bukan bot. Alih-alih melakukan verifikasi, user malah diarahkan untuk mengunduh aplikasi lain seperti modus-modus serupa kebanyakan. Jika korban memasukkan sejumlah informasi pribadinya di situ, hampir dipastikan pelaku dapat menguras uang miliknya.

Agar tidak terjerumus akal bulus dari oknum tersebut, para ahli menyarankan untuk memiliki password yang kuat dan berbeda di masing-masing akun internet kepunyaan mereka. Selain itu, pasang otentikasi dua faktor agar tidak sembarang orang bisa meretas akun tersebut. Kemudian, pasang software untuk mengawasi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari perangkat.

Di samping itu, pihak Fortnite pun juga memberikan fitur agar orang-orang dapat awas terhadap fenomena itu. Fitur voice chat, yang menjadi senjata utama para pelaku, bisa dimatikan pada pengaturan di dalam game. (mon/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed