Selasa, 05 Jun 2018 05:05 WIB

Satu Lagi Wakil eSport Indonesia Berlaga di Asian Games 2018

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Hendry K. Handisurya akan berlaga di Asian Games 2018. Foto: dok. pribadi Hendry K. Handisurya akan berlaga di Asian Games 2018. Foto: dok. pribadi
Jakarta - Meski sempat diwarnai drama, pertandingan kualifikasi game Hearthstone untuk Asian Games 2018 berlangsung tanpa kendala. Dari 32 pemain Hearthstone lokal yang terpilih, hanya ada satu pemain yang nantinya akan mewakili Indonesia di Asian Games 2018.

Pemain yang dimaksud adalah joth703 atau yang memiliki nama asli e atau biasa dipanggil Joe. Kepada detikINET, Joe bercerita pengalamannya ketika menjalani proses kualifikasi Hearthstone yang berlangsung pada tanggal 29 Mei 2018 kemarin.



"Kualifikasinya sendiri sih sebenarnya mirip-mirip pertandingan kualifikasi yang lain. Sampe ke final enggak ada yang benar-benar berat haha," ujarnya ketika dihubungi detikINET, Senin (4/6).

Hearthstone sendiri menjadi satu dari enam game yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 bulan Agustus nanti. Pertandingan babak kualifikasinya digelar oleh IeSPA (Indonesia eSports Association) dengan menggandeng komunitas Blizzard Gamers Indonesia (Blizzgamers).

Menurut Joe, 32 orang yang terpilih di babak kualifikasi ini dipilih berdasarkan prestasi dan legend rank. Jumlah peserta di babak kualifikasi ini sendiri terbilang sangat banyak.

Satu Lagi Wakil eSport Indonesia Berlaga di Asian Games 2018Taiwan, China dan Korsel menurut Hendry adalah lawan yang kuat. Foto: dok. pribadi


Pasalnya, di beberapa negara ada yang hanya memilik empat sampai delapan untuk menentukan perwakilan. Dan pemilihan pemain ditentukan oleh HCT (Hearthstone Championship Tournament) poin.

Tak hanya itu, untuk kualifikasi biasanya menggunakan sistem Best of Five, Double Elimination, atau Swiss Round. "Kemarin karena kebanyakan peserta jadinya single elimination," tuturnya.

Selama kualifikasi kemarin, Joe mengaku sangat percaya diri. Ia mengaku sering menoreh skor 3-0. Namun, hanya ketika babak final diakui pertandingan mulai terasa berat, karena ia harus berhadapan dengan salah satu pemain Hearthstone handal, yakni Douahou.

"Nah, di finalnya kebetulan ketemunya Douahou lagi, yang kalau enggak salah inget lima turnamen lokal trakhir kita dalam enam bulan ini memang ketemu terus di final," ujarnya. Selain menjadi rival, Douahou juga disebut sering menjadi mitra latihan. Tak heran, ia hapal dengan deck apa yang dipakai oleh Douahou.



Karena keberhasilannya mengalahkan 31 peserta lainnya, kini Joe akan menjadi perwakilan Indonesia. Ia mengaku memiliki target untuk menjadi juara satu.

"Hmm yang pasti sih juara dunia 2017 kemarin tom60229 dari Taiwan. China atau Korea Selatan juga termasuk negara yang kuat," tekadnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed