BERITA TERBARU
Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB

Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Gettyimages Foto: Gettyimages
Kyoto - Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjabat sebagai presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan mampu mencapai target mereka, yaitu mengalahkan rekor keuntungan tahunan tertinggi yang ditorehkannya sembilan tahun lalu.

Perusahaan yang berbasis di Kyoto, Jepang, tersebut menunjuk Shuntaro Furukawa untuk menjabat sebagai presiden mulai Juni mendatang. Sebelumnya, pria berusia 46 tahun tersebut menduduki posisi Managing Executive Officer of Global Marketing and Corporate Planning.

Furukawa akan menggantikan Tatsumi Kimishima yang sudah berusia 68 tahun. Mantan bankir yang menjabat sebagai presiden sejak 2015 ini mengaku memutuskan untuk mundur karena dirinya sudah memenuhi tanggung jawabnya dalam menghidupkan kembali Nintendo.

Di bawah kepemimpinan Furukawa, para investor berharap Nintendo mampu melipatgandakan nilai saham perusahaan hingga dua kali lipat dibanding dengan harganya pada sembilan tahun lalu. Saat ini, pihak Nintendo memperkirakan keuntungan tahun fiskal yang berakhir pada Maret lalu sebesar 225 miliar yen.



Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 26,7% dibandingkan dengan tahun fiskal sebelumnya, sekaligus akan menjadi yang tertinggi sejak Maret 2010. Meski begitu, estimasi tersbeut masih dibawah perkiraan 21 analis yang rata-rata menghitung bahwa Nintendo akan menorehkan laba sebesar 308,72 miliar yen.

Selain itu, dengan dijaganya momentum penjualan Switch, para investor juga mengharapkan konsol tersebut mampu mengalahkan kesuksesan Nintendo Wii orisinal yang berhasil terjual sebanyak lebih dari 100 juta unit. Torehan tersebut pun mengantarkan perusahaan yang didirikan oleh Fusajiro Yamauchi ini untuk mencatatkan rekor keuntungan tahunan tertinggi sebesar 555 miliar yen pada Maret 2009.

Hal senada pun diungkapkan oleh Furukawa. "Prioritas utama saya adalah untuk menjaga momentum pada konsol Switch, sekaligus memperpanjangnya," ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Jumat (27/4/2018).

Sebagaimana disebutkan oleh Furukawa, Nintendo akan terus menjaga momentum penjualan Switch yang masih menunjukkan performa baik di tahun keduanya ini. Sejak diluncurkan pada Maret 2017 lalu, perusahaan yang berdiri sejak 1889 ini sudah menjual 17,8 juta unit Switch di seluruh dunia. Dalam tahun fiskal berikutnya yang dimulai April ini, Nintendo menargetkan untuk menjual konsol hybrid tersebut sebanyak 20 juta unit.

Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan RekorFoto: istimewa/gamespot


Kesuksesan konsol ini pun membuat sejumlah pengembang berbondong-bondong untuk membuat game bagi Switch, sehingga secara tidak langsung akan membuatnya semakin menarik bagi konsumen. Menariknya, para pengembang pada awalnya segan untuk memproduksi game bagi Switch. Hal tersebut dikarenakan Wii U, pendahulunya, gagal mengulangi kesuksesan Wii edisi pertama sehingga membuat sejumlah pengembang enggan membuat game untuk konsol tersebut.

"Pada awalnya, para pengembang game pihak ketiga sangat hati-hati dalam menentukan untuk membuat permainan bagi Switch karena khawatir penjualan konsol tersebut tidak akan bagus," ujar Hirokazu Hamamura, predisen pengembang game asal Jepang bernama Enterbrain.

Tapi, kini mereka justru berencana untuk merilis sejumlah judul game baru, dan ini akan memperpanjang momentum Switch dalam menambah penjualannya," katanya menambahkan.



Selain itu, kemunculan Labo pada awal tahun ini juga diperkirakan dapat menarik perhatian konsumen dengan usia lebih muda. Hal tersebut diungkapkan oleh analis senior dari Mizuho Securities bernama Takeshi Koyama.

"Labo dapat mendorong potensi Switch dalam melakukan penetrasi pasar. Bentuknya yang sangat universal dapat menarik perhatian segmen keluarga untuk membelikan anaknya," tutur Koyama. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed