Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
Ini Alasan Turnamen Dunia Vainglory Digelar di Singapura
Laporan dari Singapura

Ini Alasan Turnamen Dunia Vainglory Digelar di Singapura


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Peserta turnamen dunia Vainglory 2017. Foto: alif/detikinet
Singapura - Untuk kedua kalinya kejuaraan dunia Vainglory World Championship digelar. Di perhelatannya kali ini, Super Evil Mega Corp selaku developer memilih Singapura sebagai lokasi turnamen.

Bukan tanpa sebab jika Super Evil Mega Corp menjadikan Singapura sebagai negara tempat turnamen diadakan. Sebab, Singapura lah yang menjadi negara pertama tempat Vainglory lahir.

"Kami ingat bagaimana tiga tahun lalu game kami dilahirkan. Untuk pertama kali versi beta Vainglory diluncurkan di tahun 2014 lalu," ujar Super Evil Mega Corp Kristian Segerstrale ketika pembukaan di Kallang Theater, Singapura, Kamis (14/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karenanya, sebagai rasa terima kasih kepada komunitas Vainglory di Singapura, yang juga turut andil dalam membesarkan game-nya, maka digelarlah Vainglory World Championship 2017 di negara tersebut.

"Kami akan terus bekerjasama dengan mitra seperti Singapore Cybersports & Online Gaming Association (SCOGA) untuk menghantarkan pendidikan pada eSports melalui seminar dan pelatihan," tambah Segerstrale.

Total ada 12 tim yang bertanding dalam kejuaraan ini, antara lain Impunity (Singapura), Elite8 Esports (Indonesia), Hunters (China), Kraken (China), Rox Armada (Korea Selatan), ACE Gaming (Korea Selatan), Detonation Gaming (Jepang), G2 Esports (Eropa), paiN Gaming (Amerika Selatan), Cloud 9 (Amerika Utara), Team SoloMid (Amerika Utara), dan Tribe (Amerika Utara).

Ke-12 tim ini akan bertanding untuk memperebutkan total hadiah senilai USD 140.000 atau senilai Rp 1,8 miliar. Indonesia sendiri mengirim perwakilannya, yakni tim Elite8 Esports, di mana sebelumnya mendapat tiket masuk kejuaraan dunia setelah menang di pertandingan Spring 2017 South East Asia Championship di Manila, Filipina bulan April lalu. (mag/fyk)
TAGS





Hide Ads