Selasa, 18 Apr 2017 11:57 WIB

Pasangan Indonesia Ini Menikah Setelah Bertemu di Game

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Tak ada yang tahu nasib manusia, begitu juga dengan jodoh. Seperti kisah cinta pasangan asal Indonesia berikut ini yang dipertemukan oleh game.

Di era canggih seperti sekarang, menemukan pasangan pun ikutan berbau digital. Kita bisa mengandalkan jejaring sosial, aplikasi kencan, platform pesan instan, termasuk game.


Metode ini sebenarnya sudah pernah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, kini peristiwa unik itu kembali terjadi dan lebih menarik karena terjadi di Indonesia.

Adalah Riyannoor Hidayat dan Susmela Putri, pasangan yang berbahagia tersebut. Mereka baru saja menikah Agustus 2016 lalu. Awalnya mereka tidak sengaja bertemu di dalam game Touch Online.

Sebelum menjalin hubungan yang lebih serius di dunia nyata, kedua gamer ini nyatanya sudah berkenalan di dalam game. Seperti diketahui, di dalam game bergenre dancing ini terdapat fitur Couple yang memungkinkan antar karakter menjalin hubungan.

Karakter Riyan dan Putri di dalam game.Karakter Riyan dan Putri di dalam game. Foto: istimewa

Dari Couple tadi, jenjang berikutnya yang bisa dipilih oleh gamer adalah Married, baru berikutnya adalah fitur Baby. Putri sendiri mengaku memainkan game Touch Online karena mendapat rekomendasi dari temannya di tahun 2015 lalu.

Pertemuannya dengan pria yang kini menjadi suaminya terjadi ketika Putri bergabung dengan guild US Art. Baik Putri dan Riyan berasal dari kota yang berbeda, di mana Putri dari Pekanbaru dan Riyan dari Yogyakarta.

"Saat pertama bertemu di game Touch Online kami masih saling cuek sampai akhirnya saling penasaran kemudian asyik curhat. Sambil bermain game, ternyata kami memiliki banyak persamaan hingga tumbuh chemistry," ungkap Putri.

Apa yang terjadi dengan pasangan Riyan dan Putri ini menjadi satu dari sekian banyak kasus cyber-dating serupa. Pakar psikologi sosial Dr Arthur Cassidy mengatakan bahwa cyber-dating cenderung menarik bagi kelas menengah dan pekerja profesional muda.

"Dengan padatnya rutinitas kerja, orang bermain game bukan lagi sekedar mengisi waktu tapi juga menikmati dunia virtual dan bertemu pasangan. Mereka yang pintar dapat menciptakan ulang dirinya dengan model ideal di dalam game sebagai bentuk proyeksi diri," ujar Cassidy.

Sementara itu, Professor Mark Griffiths, seorang ahli psikologi di Nottingham Trent University mengatakan bila game online menjadi medium interaksi yang nyaris tanpa batas, dunia dimana kemampuan emosional seseorang terlihat, lewat cara merespon, menunjukkan suka atau tidak suka. (mag/rns)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed