Tanggapan Ubisoft Terkait Mikrotransaksi di For Honor

Tanggapan Ubisoft Terkait Mikrotransaksi di For Honor

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Minggu, 26 Mar 2017 09:01 WIB
Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Banyak dari gamer For Honor yang tidak senang akan sistem mikrotransaksi yang dihadirkan, terutama soal harganya yang mahal. Paham dengan situasi tersebut, pihak Ubisoft akhirnya memberikan tanggapan.

Sama halnya dengan game pada umumnya, entah itu konsol, PC, atau mobile, sistem mikrotrasaksi juga dihadirkan di dalam game For Honor. Isu mikrotransaksi dalam For Honor ini pun memuncak, mana kala ada seorang anggota situs Reddit bernama bystander007 yang mencoba untuk membuka semua konten For Honor, termasuk pakaian dan beberapa item minor lain.

Untuk mendapatkan semua konten itu bystander007 harus merogoh kocek USD 732 atau sekitar Rp 9,7 juta. Meski demikian, Damien Kieken selaku Director dari For Honor mengatakan bila sebenarnya gamer tak harus membuka semua konten itu.

"Kami tidak pernah punya maksud untuk memaksa Anda membuka semuanya di dalam game. Bagi kami itu tidak masuk akal. Kami memberikan mekanisme RPG (role-playing game) di atas game fighting dalam lingkup PvP (player versus player)," ujar Kieken dikutip detikINET dari Gamespot, Minggu (26/3/2017).

Kieken pun mencontohkan sistem mikrotransaksi yang ada di beberapa game. "Katakanlah di World of Warcraft, Anda tidak akan pernah mencoba untuk membuka semua karakter. Hal yang sama juga terjadi di game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena)," ucapnya.

Menurutnya, kebanyakan gamer pasti hanya fokus bermain satu sampai tiga karakter paling banyak. "Semuanya dirancang berdasarkan hal itu," pungkasnya. (mag/mag)