Senin, 11 Jul 2016 10:24 WIB

Seluk Beluk Game Fenomenal Pokemon Go

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: detikINET Foto: detikINET
FOKUS BERITA Demam Pokemon Go
Jakarta - Pokemon Go sedang banyak dibicarakan. Game berbasis augmented reality ini langsung digilai dan membius para fans untuk mencari karakter Pokemon di dunia nyata. Berikut seluk beluk mengenai game yang sedang fenomenal itu, dikutip dari berbagai sumber.

Apa itu Pokemon Go?

Pokemon Go adalah game berbasis teknologi bernama augmented reality yang tersedia gratis di perangkat iOS dan Android. Pemainnya bisa menciptakan avatar untuk menangkap, melatih, sampai mempertandingkan karakter Pokemon yang bertebaran di dalam game.

Yang membuat game ini unik adalah Pokemon Go menggunakan layanan lokasi dan kamera ponsel sehingga gamer seakan akan bisa menangkap Pokemon yang muncul di dunia nyata. Ketika gamer berjalan, avatarnya di dalam game juga ikut berjalan.

Nah, kalau ada Pokemon yang berada di dekat gamer, maka ponsel akan bergetar dan Pokemon tersebut akan muncul di peta. Jika Anda menyentuhnya, aplikasi akan berubah ke mode kamera, di mana ada karakter Pokemon tiba tiba muncul di depan.

Untuk menangkap si Pokemon, dibutuhkan semacam bola yang dinamakan Pokeballs. Pokeballs ini bisa didapatkan dengan check in di Pokestops atau membelinya menggunakan Coin, yang biasanya ada di lokasi seperti taman, tempat ibadah, air mancur dan semacamnya.

Pada dasarnya, game ini memanfaatkan teknologi Google Maps untuk meletakkan avatar game di dunia virtual yang menyerupai keadaan sekitar. Ketika karakter Pokemon ditemukan, game giliran menggunakan teknologi augmented reality untuk membuat Pokemon muncul di hadapan. Video ini ilustrasi lebih jelasnya.


Mengapa game ini bikin kehebohan?

Karena game semacam ini sepertinya belum pernah ada sebelumnya. Pemain benar benar harus bergerak untuk memainkannya. Saat mencari, gamer bisa bertemu dengan teman baru yang juga memainkan Pokemon Go. Atau bisa juga mencari Pokemon secara berkelompok. Itulah keasyikannya.

Selain itu, pemain juga bisa saling bertarung dengan karakter Pokemon masing masing. Untuk bertarung, gamer harus pergi ke tempat bernama gym, semacam menara dengan Pokemon di atas sebagai penguasanya.

Gym ini baru bisa diakses ketika gamer mencapai level 5, mereka pun bisa bergabung dengan pilihan tiga tim yaitu Mystic, Valor dan Instinct. Gamer akan mewakili tim yang ia pilih saat mempertandingkan Pokemonnya untuk memperebutkan wilayah.

Gamer bisa mengumpulkan Pokemon yang lebih powerful seiring naiknya level. Pokemon juga bisa diubah ke bentuk yang baru. Meski game ini gratis, pemain bisa menyingkat waktu permainan dengan membeli beragam benda dari Pokeball, inkubator telur dan storage ekstra untuk menampung Pokemon.

Kapan masuk Indonesia?

Sejauh ini, Pokemon Go baru tersedia di Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Jepang. Negara negara lain termasuk Indonesia akan menyusul setelahnya meski untuk Indonesia belum ada informasi yang jelas.

Meski belum dirilis resmi di Indonesia, jika mau peminat dapat mengunduh file APK dan memasangnya di ponsel Android. Dengan cara tersebut, gamer bisa mencoba Pokemon Go meski fungsinya tidak penuh.

Saking banyaknya pemain, server Pokemon Go bahkan sempat crash. Pihak Niantic selaku developernya ingin lebih dulu memperbaiki masalah ini sebelum menyediakan Pokemon Go di lebih banyak negara.

(fyk/asj)
FOKUS BERITA Demam Pokemon Go