"Jalan cerita antara Gravity Rush 2 dengan seri sebelumnya sangat berkaitan. Maka dari itu, sangat disarankan untuk bermain Gravity Rush Remastered bagi yang belum pernah memainkan game tersebut sebelumnya," ujar Keiichiro di hadapan media, termasuk detikINET, di ajang GameStart 2015, Singapura, Jumat (13/11/2015).
Sesuai namanya, Gravity Rush Remastered merupakan versi remastered dari Gravity Rush yang rilis pada 2012 untuk platform PlayStation Vita. Karena menjadi salah satu game terbaik dan banyaknya permintaan, akhirnya Sony pun merilis ulang game ini secara eksklusif untu PlayStation 4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak hal yang kami lakukan dalam menggarap Gravity Rush Remastered. Berkat Bluepoints, game ini jadi tampil memukau, dengan detail yang sangat mendalam," ungkap Keiichiro.
Bluepoints sendiri memang dikenal sebagai developer yang jagonya remastered. Jangankan Gravity Rush yang rilis tiga tahun lalu, game seperti Uncharted: Drake's Fortune yang rilis 2007 saja jadi terlihat keren berkat polesan Bluepoints.
Menggarap game remastered memang diakui menyenangkan. Hanya saja, kesulitan terjadi manakala mengubah frame rate menjadi 60 fps. "Untuk urusan frame rate, tim kami memang menemui sedikit kendala. Namun, semua itu akhirnya berhasil diatasi," pungkas Keiichiro.
Gravity Rush Remastered menitikberatkan pada tokoh utama, yakni seorang gadis bernama Kat yang mengalami masalah ingatan. Kat yang tidak mengingat masa lalu bertemu dengan seekor kucing hitam, yang akhirnya memberikan sebuah kekuatan untuk mengontrol gravitasi. Dengan kekuatannya itulah, Kat bertarung dengan makhkluk jahat yang mengancam kota Hekseville.
Sony menjadwalkan Gravity Rush Remastered rilis pada 10 Desember 2015. Game ini pun hadir dalam dua kemasan, yakni kemasan standar dan special edition. Untuk edisi standar, Sony membanderol gamenya dengan harga Rp 549.000. Sedangkan untuk special edition dengan bonus action figure Figma si tokoh Kat, dibanderol dengan harga Rp 1.299.000.
(rns/rns)