"Seperti yang telah Anda ketahui, ya saya telah dipecat dari Nintendo terhitung kemarin. Jelas itu merupakan kesalahan saya. Saya tidak memikirkan bakal seperti ini," kicau Pranger dalam postingan Twitter-nya.
Alasan dipecatnya Pranger yang bergabung dengan Nintendo sejak tahun 2012 itu bermula ketika dirinya diundang dalam siaran berjudul Part-Time Games pada tanggal 3 Agustus 2015 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun informasi yang dimaksud adalah terkait dengan rencana Nintendo yang tengah mempertimbangkan untuk melokalkan konten pada gamenya. Jadi, Pranger membeberkan kalau tujuan Nintendo yang ingin menawarkan konten lokal semata-mata adalah untuk meningkatkan pemasukan.
Pernyataannya itu juga menjadi jawaban atas sindiran fans yang pernah menyebut kalau dirinya 'membenci uang'. Padahal tujuan Nintendo melokalkan konten sejatinya adalah demi meraup lebih banyak keuntungan.
Pranger sendiri memang kurang setuju dengan rencana Nintendo tersebut. Karena meski diyakini bisa melipatgandakan keuntungan, tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukannya juga tak sedikit.
Yang ditakutkan Pranger adalah apabila yang telah dilakukan timnya ternyata tak sesuai harapan alias tak menuai keuntungan yang diharapkan, pekerjaannya malah akan jadi sia-sia.
"Ya, kami ingin uang. Itu sebabnya kami tahu bahwa akan sia-sia bila kami mencoba untuk melokalkan konten pada pasar ini," terang Pranger di kala siaran, seperti dikutip detikINET dari Gamespot, Senin (17/8/2015).
"Ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan, seperti melakukan terjemahan, lokal konten, marketing, hingga sulih suara. Gabungkan semua itu, maka Anda akan melihat biaya yang besar," imbuh Pranger.
Game Xenoblade Chronicles adalah salah satu game RPG besutan Nintendo yang akhirnya hadir dengan konten lokal setelah mendapat kampanye dari penggemar. Pun demikian, Pranger berasumsi jika Xenoblade Chronicles masih belum bisa pencetak uang bagi Nintendo.
(rns/rns)