Ada beberapa modul pengujian yang harus diselesaikan oleh para gamer finalis Nissan GT Academy, di antaranya adalah berbagai metode pengereman, dan juga aksi slalom. Tiap-tiap gamer diberi kesempatan adaptasi sebanyak dua kali di setiap pengujian, sebelum aksi sesungguhnya dinilai juri.
Namun sebelum Driving Challenge dimulai, para gamer terlebih dahulu mengikuti coaching clinic yang dilakukan oleh manajemen sirkuit sentul tentang cara mengemudi yang benar. Termasuk juga melihat-lihat lokasi dimana Driving Challenge akan dilakukan. Terlihat wajah-wajah tegang dari gamer sesaat sebelum Driving Challenge.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKalau pun bawa mobil di jalan kan biasanya kalem. Ini pertama kalinya saya bawa mobil seagresif ini, jadi agak kaget juga. Tapi overall seru banget lah,β ujar Adrian, salah satu gamer finalis Nissan GT Academy, di komplek Sikuit Sentul, Jawa Barat, Rabu (1/7/2015).
Para finalis juga mengatakan mengendalikan mobil di dunia nyata sama sekali berbeda dengan di game. Di Gran Turismo gamer bisa tetap santai meski ketika mobilnya kehilangan kendali, sedangkan di dunia nyata banyak faktor yang harus diperhitungkan.
βPastinya sangat beda, di dunia nyata ini kita kan harus beradaptasi juga dengan mobil yang dipakai. Selain itu efek G-Forcenya juga sangat terasa ketika digeber,β pungkas Adrian.
(ash/ash)