Phil Spencer, Executive Vice President Xbox disambut tepuk riuh gamer dan media yang memadati Electronics Entertainment Expo (E3).Β Di panggung inilah, Spencer mengumumkan bahwa Xbox One kini mampu memainkan game Xbox 360.
Bahasa keren dari fitur tersebut adalah backward compatibility. Dimana dalam tayangan live stream yang disaksikan langsung oleh detikINET via apps XLEi (Xbox Live Events) di Xbox one, Spencer juga berterima kasih kepada seluruh komunitas gamer Xbox yang telah menyumbangkan masukan serta saran sejak pertama Xbox One rilis tahun lalu.
"Berkat respons kalian yang terus menerus atas update fitur-fitur (Xbox One) setiap bulannya, membuat kami terus termotivasi untuk memberikan gaming experience terbaik untuk kalian dan hari ini, saya dengan bangga mengumumkan Xbox One Backward Compatibility," ungkap Spencer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spencer mengungkapkan, tujuan Microsoft adalah untuk memberikan katalog game terbesar dan terlengkap bagi gamer, dan Xbox One merupakan konsol yang tepat untuk melakukan hal itu.
Mike Ybarra juga mengungkapkan bahwa akan ada 100 judul game Xbox 360 yang bisa dimainkan saat fitur Backward Compatibility diluncurkan pada liburan musim dingin nanti.
Namun bagi gamer yang sudah terdaftar sebagai preview member Xbox One, dapat mencobanya per hari ini juga, tidak hanya single player namun game-game lawas tersebut bisa dimainkan secara multiplayer dengan bantuan Xbox Live.
Fitur-fitur Xbox One seperti merekam video saat bermain, capture screenshot game serta menggunakan kinect 2.0 berjalan mulus saat demonstrasi tadi malam.
Kemampuan ini tentu dapat membuat gamer untuk merasakan nostalgia kembali memainkan game-game yang pernah dulu ditamatkan atau mungkin belum pernah dimainkan.
Caranya memanfaatkannya pun sangat simpel, buat kalian yang masih memiliki game Xbox 360 cukup masukkan disk ke dalam Xbox One atau jika memiliki versi digitalnya cukup download ulang tanpa perlu membayar lagi!
Meski begitu, titel game-game yang ditawarkan sementara baru game-game besutan Microsoft, belum terlihat apakah game-game dari publisher serta developer pihak ketiga dapat pula dimainkan kembali.
(ash/ash)