Tujuannya tak lain guna mewujudkan mimpi gamer balap dan masyarakat biasa untuk bisa menjadi seorang pembalap profesional. "Kami ingin membuktikan bahwa pembalap tak hanya lahir dari kalangan berduit saja, gamer balap dan masyarakat biasa pun bisa mewujudkan mimpi itu," ujar Budi Nur Mukmin, GM of Marketing Strategy and Product Planning Nissan Motor Indonesia ketika persemian di Mall Taman Anggrek.
Kendati demikian, ada syarat yang nyatanya harus dipenuhi oleh para peserta yang ingin unjuk gigi dan meraih mimpinya tersebut. Menurut Budi, meski ia jago bermain game, kandidat yang terpilih tadi harus memiliki kemampuan mengendarai mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua syarat itu diperlukan agar bisa membentuk pribadi seorang pembalap profesional. "Nantinya kan kandidat ini akan berlaga di kancah balap motorsport internasional, maka dari itu paling tidak ia sudah harus memiliki tiga kriteria tadi," papar Budi.
Pengujian kelayakan tiga kriteria tadi akan dilakukan ketika melaju ke babak kedua, yakni ketika berada di sirkuit Sentul. Kalau lolos uji kriteria dan kemampuan mengendarai mobil yang sesungguhnya, dari 20 peserta tadi akan mengerucut menjadi 6 dan diberangkatkan ke Inggris.
Indonesia menjadi salah satu negara perawakilan Asia selain Jepang, India, Thailand, dan Filipina yang melaju ke tahap GT Academy International Race Camp di Silverstone, Inggris. Dan di sanalah persaingan yang sesungguhnya dimulai.
Nah, bagi yang penasaran untuk merintis jalan dari gamer menjadi racer ini, silakan kunjungi www.nissangtacademy.co.id.
(ash/ash)