Siapa bilang main game hanya buang-buang waktu dan tidak berguna? Buktinya gamer yang satu ini bisa membuktikan jika ia bisa memperoleh uang ratusan juta rupiah hanya dari hasil latihan main game selama berbulan-bulan.
Adalah sebuah kontes besutan developer game Frontier bersamaan dengan game yang mereka rilis bulan Desember 2014, Elite: Dangerous. Lewat game simulasi luar angkasa tersebut, developer yang bermarkas di Cambridge, Inggris itu mengadakan kontes adu cepat meraih achievement dengan total hadiah USD 20.000 atau sekitar Rp 258 juta.
Kompetisi yang diberi nama Race to Elite itu mencari siapa di antara kontestan yang tercepat memperoleh rangking Elite dalam setiap kategori, yakni eksplorasi, pertempuran, dan perdagangan. Setiap kontestan yang berhasil lebih dulu memperoleh rangking Elite di salah satu kategori, Frontier memberikan hadiah sebesar USD 1500 atau sekitar Rp 19,5 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gamer dengan usernama Tequila berhasil keluar menjadi pemenang di kategori eksplorasi dengan mengunjungi 7.697 tata surya dan berkelana 190.000 tahun cahaya. Di kategori pertempuran, nama Fromtonrouge keluar sebagai pemenang dengan menghancurkan sedikitnya 8.563 kapal. Sementara kategori perdagangan berhasil diduduki oleh Lordkee dengan berhasil menjual 834.353 ton kargo.
Mengaggumkan. Namun, di atas semua itu ada satu nama yang keluar sebagai pemenang yang sesungguhnya. Ya, dia adalah OnePercent, gamer yang berhasil mengalahkan gamer lainnya dengan memperoleh rangking Elite di semua kategori yang dikonteskan.
OnePercent berhasil mengunjungi 10.324 tata surya dan telah berkelana 180.688 tahun cahaya sebagai bagian dari eksplorasi. Ia pun telah berhasil memperdagangkan 835.410 ton kargo dan total membunuh sebanyak 9032. Maka ia berhasil meraih hadiah utama USD 15.000 atau Rp 195 juta.
Dikutip detikINET dari Eurogamer, Rabu (25/3/2015), untuk dapat memperoleh hasil yang maksimal itu, ia mengaku berlatih keras. Ia sampai bermain Elite: Dangerous selama 1029 jam dari tanggal 18 Desember 2014 hingga 24 Februari 2015.
"Saya punya pekerjaan. Tapi begitu tahu ada kontes ini saya memberitahu mereka jika saya tidak bekerja dulu selama tiga bulan. Saya telah menghabiskan waktu 12 sampai 16 jam dalam sehari," ungkap OnePercent.
(fyk/fyk)