Rock Band pertama kali menjejakkan kaki di industri game konsol pada tahun 2007. Kala itu developer asal Cambridge, Massachusetts, AS ini memulai debutnya dengan merilis Rock Band untuk platform PlayStation 3, Xbox 360, dan PlayStation 2. Walau kala itu belum menunjukkan gelagat sukses, namun Harmonix tetap pede merilis sekuel Rock Band.
Hingga akhirnya game tersebut meraih 'meledak' di era Rock Band 2 dan 3. Ya, memang di tahun tersebut game-game musikal, semisal Guitar Hero tengah menjamur dan digandrungi tak hanya dari kalangan gamer hardcore namun juga kalangan pecinta musik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Harmonix juga merilis DLC (downloadable content) terbaru dari game terakhir mereka, Rock Band 3. Sesuatu yang sudah tidak dilakukan oleh Harmonix dalam hampir 2 tahun terakhir. Ya, tampaknya studio game itu telah bangun dari tidur panjangnya.
"Kami sangat senang mengetahui bagaimana antusiasnya penggemar kami dengan DLC yang kami rilis, dan kami berpikir sangat keren jika orang-orang berspekulasi mengenai masa depan dari waralaba game ini," ujar juru bicara Harmonix seperti yang dikutip detikINET dari Gamespot, Sabtu (21/2/2015).
Juru bicara Harmonix juga mengklaim bahwa masih ada ratusan bahkan ribuan gamernya yang aktif bermain Rock Band tiap bulan. "Semangat dari fans kami dalam Rock Band selama bertahun-tahun ini menunjukkan bahwa musik rock belum benar-benar mati, dan jelas kami akan sangat senang untuk kembali menggarap waralaba ini ketika waktunya tepat," tambahnya.
Nah, apakah dengan bangkitnya kembali Rock Band akan mendatangkan masa-masa kejayaan game musikal seperti beberapa tahun silam? Tidak ada yang tahu. Semoga saja setelah Rockband, publisher Activision juga akan melahirkan kembali seri Guitar Hero.
(ash/ash)