Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
PlayDay-Road to Essen
Pemanasan di Bandung Sebelum Berjuang ke Jerman
PlayDay-Road to Essen

Pemanasan di Bandung Sebelum Berjuang ke Jerman


Ardhi Suryadhi - detikInet

Bermain Board Game (ash/detikINET)
Jakarta -

Sore itu, salah satu sudut kawasan Dago, Bandung, tampak beda. Anak-anak dan orang dewasa duduk berdampingan melingkari deretan kartu di atas sebuah taplak hitam.

Mereka sedang asyik memainkan game, board game lebih tepatnya. Aktivitas ini merupakan bagian dari PlayDay-Road to Essen yang digagas developer asal Bandung Manikmaya Games.

Kebetulan board game besutan mereka bakal tampil di Jerman, yaitu dalam salah satu pameran board game terbesar dunia SPIEL'14 di kota Essen, Jerman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, sebelum bertandang ke Jerman, Manikmaya seakan membuat acara 'open house' untuk mereka yang tertarik dengan board game. Acara ini sekaligus jadi ajang pemanasan, dan mereka yang datang pun bisa menjajal board game yang bakal dibawa ke Jerman pada event yang berlangsung 16-19 Oktober tersebut.

Sekitar 30-an peserta menyambangi event ini. Sebagian besar di antaranya adalah para remaja, namun ada juga orang dewasa yang membawa buah hatinya. Menariknya lagi, anak-anak tersebut datang tak sekadar jadi penonton, tetapi ikut bermain.



Adapun empat game yang akan dibawa Manikmaya ke SPIEL'14, yakni Mat Goceng, Mahardika, The Festivals of Indonesia serta Mashup Monster. Game-game yang bisa dicoba di acara PlayDay-Road to Essen pada akhir pekan kemarin itu memiliki genre berbeda, tetapi sebagian besar punya 'jiwa' yang sama, paling Indonesia!



Eko Nugroho, dari Kummara -- perusahaan di balik Manikmaya -- menyatakan bahwa kehadiran mereka di Jerman untuk menginisiasi warna baru. Yaitu datang dengan membawa kebanggaan Indonesia.

"Kita bawa game yang paling Indonesia, dibikin di Indonesia, mengangkat konten tentang Indonesia dan sebagain besar itu ngomongin soal Indonesia. Soal pahlawan, tempat menarik di indonesia dan gak lebih dan gak kurang kita memotivasi banyak orang bahwa game bisa mengambil posisi itu, berjuang untuk mengangkat apapun yang kita percayai," ungkapnya saat berbincang dengan detikINET.



Eko pun tak punya target muluk -- barangnya laku keras --saat sampai ke Jerman. Misi 'sederhananya' adalah, untuk menjadikan game yang dibawanya sebagai duta tentang segala hal yang luar biasa dari Indonesia.

"Andai kita datang ke sana dan tak dapat bisnis di sana, tapi kan memang obyektifnya bukan itu, tapi kita bawa awareness di sana bahwa ada loh game tentang perjuangan Indoensia," lanjutnya.

"Tapi jika Tuhan memberi jalan, dan kita dapat secara bisnis, game Indoneisa diterima di sana maka mudah-mudahan teman-teman tak lagi ragu, takut atau malu untuk mengangkat apapun tentang yang terbaik dari Indonesia di game," Eko menambahkan.

PlayDay-Road to Essen

Di acara bermain bersama ini juga diperkenalkan orang-orang yang berada di balik pengembangan empat game yang bakal di bawa ke Jerman. Mereka mengisahkan suka dukanya saat membuat game Mat Goceng, Mahardika, The Festivals of Indonesia serta Mashup Monster tersebut.

Rio Fredericco, game desainer Mahardika mengungkapkan, ia harus menghabiskan waktu 2 tahun untuk menyelesaikan game yang bercerita tentang pahlawan nasional Indonesia ini.

Tugas akhir sebagai syarat untuk lulus kuliah awalnya jadi alasan membuat Mahardika. Tetapi jalan yang ditempuhnya untuk merampungkan game ini lumayan panjang. Rio sampai harus keluar masuk perpustakaan untuk melengkapi informasi tentang Soekarno cs di board game besutannya.

Lain lagi dengan Isa, game desainer The Festivals of Indonesia, pembuatan gamenya 'cuma' dua bulan. Namun juga penuh perjuangan lantaran berkali-kali ditolak sang mentor karena dianggap belum sreg dari sisi desain dan alur cerita.

Rio dan Isa sama-sama masih muda. Namun keduanya yang merupakan bagian dari generasi digital pun tak lantas melupakan board game. Bahkan sampai coba membuatnya sendiri untuk kemudian berbagi kesenangan dengan yang lain.

Kini, board game mereka coba mendunia lewat SPIEL'14 yang bakal dihelat di Essen, Jerman. Pada tahun 2013, event tersebut dihadiri tidak kurang dari 156.000 pengunjung serta 828 eksibitor yang terdiri dari perusahaan board game publisher dan designer dari 39 negara.

Tahun ini, diwakili oleh Kummara/Manikmaya Games, Indonesia akan berpartisipasi dalam SPIEL untuk pertama kalinya sekaligus menjadi milestrone kebangkitan industri game Tanah Air.

(ash/fyk)





Hide Ads