Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Board Game: Dipandang Sinis, Dijajal, dan... Bikin Ketagihan

Board Game: Dipandang Sinis, Dijajal, dan... Bikin Ketagihan


Ardhi Suryadhi - detikInet

Bermain Board Game (ash/detikINET)
Jakarta -

'Tak kenal maka tak sayang,' demikian pepatah yang sudah familiar di telinga kita untuk menggambarkan rasa pesimistis seseorang terhadap sesuatu yang belum dikenal atau dicobanya.

Hal yang sama juga berlaku untuk board game. "Ini mainan apa sih? Kok jadul banget, masih pakai kartu dan dadu," ujar Surya yang baru melihat board game.

Ya, board game memang bukan game digital yang biasa kita mainkan di smartphone dan tablet PC. Memainkannya pun tak bisa sendiri, harus dilakukan oleh beberapa orang dengan menggelar lapak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun itu asyiknya. Board game bisa membuat kita berinteraksi dan tertawa bersama teman-teman. Belum lagi perasaan gemas lantaran kalah atau rasa penasaran yang berkecamuk untuk memenangkan permainan berikutnya.

Itulah salah satu perbedaan board game dengan game digital. Para pemain di board game dapat berinteraksi secara langsung dengan pemain yang ada di sebelahnya. Dan Anda tak akan menemukan pemainnya terpaku dengan layar kecil di depannya layaknya zombie. Para pemain 'dipaksa' menyolek, berkomentar, mengobrol sehingga timbul permainan yang mengasyikkan dan dilakukan bersama-sama.

Ada banyak model board game. Ada yang cuma mengandalkan kartu dengan dibubuhi gambar, dilengkapi peta permainan, beserta dadu serta alat pendukung lainnya yang masing-masing punya ciri khas. Setiap permainan board game juga ada yang dibagi berdasarkan kelompok umur.

Misalnya khusus anak-anak yang dikreasikan dengan gambar-gambar lucu, serta untuk remaja yang gaya permainannya jauh lebih jauh dan kerap dibubuhi pengetahuan -- yang mungkin Anda tak akan mengetahuinya jika tak memainkan game ini.



Board game berjudul Mahardika misalnya yang mengusung tema sejarah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pemain berperan menjadi salah satu dari tujuh tokoh nasional: Soekarno, Hatta, Sudirman, Tan Malaka, Ki Hajar Dewantara, Sutan Syahrir, Danudirja Stiabudi, untuk kemudian saling bekerja sama berjuang meraih kemerdekaan.

Mahardika juga merupakan sebuah bukti bahwa sebuah game dengan desain yang tepat akan mampu berperan sebagai sebuah media pembelajaran yang menarik. Berbagai konten sejarah perjuangan kemerdekaan dikemas menjadi sebuah media interaktif yang menarik sekaligus menantang.

Dalam setiap gilirannya, seorang pemain akan mendapat sejumlah poin aksi. Poin aksi tersebut bisa digunakan untuk bergerak, melawan militer musuh atau menjalankan misi guna mendekatkan Indonesia menuju proklamasi.

Mahardika merupakan contoh board game untuk remaja dan orang dewasa. Sementara bagi anak-anak, bisa menjajal Mashup Monster yang didesain bagi anak berumur 6 tahun.

Alur cerita game ini sederhana, yaitu tentang menggabungkan dua monster agar menjadi satu monster yang baru. Namun saat dimainkan, jangan harap dapat diselesaikan dengan mudah, termasuk bagi orang dewasa!

Eko misalnya, yang juga baru pertama kali main board game, sampai dibikin gemas saat memainkan Mashup Monster.

Di sini satu pemain akan melemparkan dua buah dadu, dadu angka dan dadu simbol. Tugas semua pemain adalah menggabungkan monster yang mereka miliki agar satu monster baru yang memiliki kriteria sejumlah simbol yang sesuai pada lemparan dadu sebelumnya.

Jika gagal menggabungkannya pemain harus mengambil satu monster baru. Pemain pertama yang bisa menggabungkan semua monster yang dimilikinya memenangkan permainan.

"Aduh, harusnya kartu ini bisa digabungkan". "Wah, sudah jadi saja dia (menggabungkan kartunya," kata Eko mengomentari permainan board game pertamanya. "Kelihatannya gampang, tapi saat dimainkan ada adrenalin tersendiri. Namun overall bikin mau main lagi," lanjutnya.

Mashup Monster sejatinya bukan permainan yang njelimet (rumit). Tapi memang butuh ketelitian di sini saat melihat simbol di gambar-gambar monster yang terdapat di kartu.

Jadi selain kesenangan, game ini juga dapat melatih anak-anak untuk fokus terhadap suatu obyek, hingga kemudian dikreasikan dengan kartu lainnya sehingga dapat memenangkan permainan.

Bagaimana, penasaran untuk menjajal board game? Awas ketagihan!

(ash/fyk)







Hide Ads