Seperti detikINET kutip dari WP Central, Jumat (3/10/2014) keputusan tak mudah ini dilakukan Rovio demi merampingkan operasional perusahaannya.
CEO Rovio Mikael Hed mengakui dalam postingan blognya, perusahaan yang dipimpinnya saat ini memperlihatkan tidak ada pertumbuhan berarti di tengah persaingan pasar game mobile yang kian sengit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayangnya, kami harus mempertimbangkan pengurangan jumlah karyawan, maksimal 130 orang di Finlandia. Ini sekitar 16% dari jumlah seluruh pekerja kami," sebutnya lagi.
Hed juga memberikan catatan bahwa Rovio saat ini sedang dalam posisi yang cukup kuat untuk meraih kembali pertumbuhan yang signifikan, dan terus menghasilkan produk baru.
(rns/rou)