Ya, di tengah industri game yang semakin terlihat lesu ini EA tampaknya masih terus berusaha keras demi eksistensinya. Penerbit game asal Amerika Serikat itu pun terpaksa merumahkan ratusan karyawan mereka.
Hal itu diungkapkan langusng melalui blog resmi EA. Tak disebutkan secara pasti jumlah tenaga kerja yang dipulangkan, namun menurut sumber CNBC paling tidak jumlahnya mendekati angka 1.000 karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski masih menduduki peringkat atas sebagai pemain game kelas atas, namun EA memang sedang diterpa masalah keuangan. Belum lama ini EA terpaksa menutup Playfish, game sosial yang pada 2009 lalu mereka beli dengan harga USD 300 juta.
Selain itu, EA juga terpaksa menutup dua studio mereka yakni PopCap Vancouver and Quicklime. Hal ini tentunya berdampak pada gagalnya peluncuran sejumlah game yang sebelumnya sudah dijadwalkan.
"EA tengah menghadapi masalah yang sanga krusial. Mereka harus fokus mengalihakn sumber daya dan rencana mereka untuk terus bersaing dalam industri," analisa Baird Equity, pengamat dari lembaga riset Colin Sebastian, dalam sebuah catatan kepada investor.
(eno/rns)