Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Berkunjung ke 'Rumah Bermain' Agate Studio

Berkunjung ke 'Rumah Bermain' Agate Studio


- detikInet

Bandung - Perpustakaan mini berlantai kayu menyambut kedatangan detikINET sore itu. Tidak ada tempat duduk, namun tersedia bantal-bantal kecil untuk menemani lesehan. Kesan pertama, suasananya santai sekali... seperti di rumah.

"Selamat datang di Agate Studio," sapa Public Relations Manager Agate Studio Yunita Anggraeni. Anggra, demikian dia akrab disapa, selanjutnya mengajak detikINET berkeliling 'rumah bermain' mereka.

Dilihat dari luar, memang tak tampak keramaian di rumah yang berlokasi di Jalan Budisari No.6 Bandung tersebut. Namun begitu menelusuri setiap ruangannya, ternyata ada banyak orang di dalamnya, dengan kesibukan masing-masing. Wah, ini dia para developer game muda kelas dunia!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Suasana Game World

Selain suasana yang dibuat homey, kru Agate juga punya kebiasaan memberikan nama-nama unik untuk pekerjaan mereka. Ini dilakukan agar lingkungan bekerja terasa menyenangkan, sesuai dengan tagline mereka: Live the fun way.

"Kru kita semuanya ada 80 orang. Setiap tim kita namai Party. Sengaja juga kita kasih nama-nama unik, jadi seperti di game world," kata Anggra.

Misalnya saja, para programmer disebut Knight. Kru bagian art, yang mendesain karakter dan environment game mendapat panggilan Wizard. Game desainer, dijuluki Alchemist karena mereka yang meramu jalan cerita. Urusan tata suara game, para sound designer disebut Bard alias penyair.

"Lainnya, ada Summoner yang bertindak sebagai fans management, Treasurer untuk bagian finance, Sentinel sebutan untuk Chief Technology Officer. Saya sendiri PR disebut sebagai Counselor," cerita Anggra.

Para Tamu Istimewa

Sejak didirikan pada 2009, sudah 120 game lahir dari ide-ide kreatif kru Agate. Dengan sederet prestasinya, nama developer asal Bandung ini kian dikenal, baik di industri game dalam negeri maupun kancah internasional.

Semakin memikat, banyak yang penasaran ingin mengintip 'dapur' developer yang digawangi Arief Widhiyasa cs ini. Tak terkecuali para developer game terkenal dari luar negeri. Salah satunya seperti diceritakan Anggra, kru Agate sangat terkesan ketika dikunjungi Takashi Tokita dari Square Enix!

Saat berkunjung ke Indonesia, produser game legendaris Final Fantasy ini ingin berkunjung ke Agate. "Kita waktu itu excited banget, dikunjungi Tokita," kenang Anggra berbinar-binar. Tokita sendiri mengaku terkesan menyaksikan sendiri bagaimana kru Agate bekerja dengan gembira.

Selain Tokita, tamu istimewa lainnya yang berkesan bagi kru Agate adalah Mike Sroka dan Jojo Anonuevo dari Zynga si pembesut FarmVille. Kunjungan para developer game ini biasanya tak disia-siakan kru Agate untuk saling berbagi pengalaman dan mencuri ilmu mereka.



Membuat Dunia Lebih Bahagia

Live the fun way tak sekadar jargon bagi kru Agate. Sang CEO Arief Widhiyasa mengatakan, mereka ingin menjadi inspirasi dunia dengan mengusung kalimat tersebut.

"Kami ingin buat buzz dan menginspirasi dunia bahwa kita bisa kerja dengan menyenangkan, hidup dengan bahagia dan kita juga bisa men-sharing kebahagiaan itu," kata Arief.

Cita-cita mereka sederhana, ingin membuat orang lebih bahagia dengan game buatan mereka. Di 2015, mereka ingin membangun 'rumah baru' yang lebih besar.

Ini akan menjadi kawasan industri kreatif yang ideal untuk mendukung kru berbakat untuk berkarya. Sukses terus untuk Agate!






(rns/ash)





Hide Ads