Salah satu perwakilan Indonesia adalah Agate Studio, developer game asal Bandung. Bahkan Chief Operating Officer Agate Studio, Shieny Aprilia menjadi satu-satunya panelis dari Indonesia dalam Asia Game Business Summit yang termasuk dalam rangkaian acara Tokyo Game Show 2012 yang berlangsung pada 20 September 2012 β 23 September 2012 di Makuhari Messe, Chiba, Jepang.
Tema yang diangkat dalam diskusi panel ialah "A New Era of Boundary-less Social and Mobile Games?! What Game Businesses Will Survive in Asia?". Sesi ini juga akan diisi bersama panelis lain yaitu Senior Vice President Renren Inc. China, Director Smartphone Game Business Operation Division NHN Hangame South Korea dan Director DeNA Co., Ltd. Japan.
Selain menjadi panelis, Agate bersama pengembang game Indonesia lainnya juga mendapat kesempatan untuk memamerkan games yang sudah rilis maupun yang akan diluncurkan dalam sebuah booth yang bernama Indonesia Game Studios di Asia New Stars Area.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agate sendiri akan memamerkan game simulasi sepakbola terbaru mereka yang bernama Football Saga 2 dan Up in Flames sebuah game bergenre puzzle yang akan segera dirilis di platform iOS.
Tokyo Game Show adalah salah satu event gaming terbaik di dunia yang mengundang game developer dari berbagai belahan dunia untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam mengembangkan game.
"Merupakan suatu kehormatan bagi Agate dapat berpartisipasi menjadi salah satu panelis dalam acara sekelas. Mudah-mudahan melalui partisipasi game developer Indonesia di dalam Tokyo Game Show 2012 ini industri game Indonesia semakin dikenal dan terdengar di mata dunia sehingga game developer Indonesia semakin bersemangat dalam berkarya," ujar Shieny Aprilia Chief Operating Officer Agate Studio, dalam keterangannya.
Adapun para pengembang game kelas dunia yang juga turut memeriahkan Tokyo Game Show 2012 antara lain Konami, Square Enix, Sega Corporationm, hingga Namco Banda Games.
(ash/eno)