Menanggapi laporan Blizzard tidak melakukan refund (pengembalian uang) kepada pengguna yang memenuhi syarat, Fair Trade Commission (FTC) Korea Selatan menggerebek kantor si pembesut game Diablo tersebut.
Atas kejadian ini, Blizzard sepertinya akan menyertakan FTC Korea Selatan, organisasi yang melakukan investigasi ini, dalam daftar orang yang tidak 'ramah' terhadap cara mereka menangani peluncuran Diablo 3.
"Kami menerima banyak komplain dari gamer Diablo 3," kata juru bicara FTC Kim Hyung-bae, seperti dikutip detikINET dari Forbes, Selasa (5/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu banyak gamer yang ingin memainkannya, namun server tidak siap menangani antusiasme ini. Apalagi, Diablo 3 adalah game yang hanya bisa dimainkan secara online. Bahkan gamer yang ingin memainkannya sendiri pun (single player) tidak bisa mengakses Battle.net, tempat di mana game bergenre action ini dimainkan.
Blizzard dilaporkan tidak menanggapi komplain para gamer Korsel yang menuntut refund berdasarkan persetujuan kontrak penjualan. FTC pun saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut apakah kontrak tersebut tidak adil bagi gamer dan memastikan uang mereka kembali jika terjadi masalah pada game tersebut.
Korsel sendiri adalah pasar yang sangat besar bagi Blizzard. Tentunya, ini akan jadi batu sandungan bagi Blizzard jika FTC menemukan kesalahannya. Di sisi lain, langkah FTC terbilang menarik karena bisa saja berdampak pada cara mereka memaksa perusahaan menangani komplain konsumen.
(rns/fyk)