Pemindaian otak menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) memperlihatkan efek jangka panjang dari bermain game kekerasan yakni berpengaruh pada berubahnya area otak yang berhubungan dengan fungsi kognitif dan kontrol emosi.
Dilansir TG Daily dan dikutip detikINET, Kamis (1/12/2011), pengaruh ini terutama rentan terjadi pada remaja laki-laki. Hasil analisa juga menunjukkan, game bertema kekerasan hanya perlu waktu satu minggu untuk bisa berdampak pada perubahan pola otak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkannya, wilayah otak ini sangat penting mengontrol emosi dan perilaku agresif. Maka tidak heran jika game kekerasan dinilai sebagai salah satu pemicu perilaku kriminal.
Efek negatif dari game kekerasan memang terus menjadi topik kontroversial. Beberapa penelitian menyebutkan perlu adanya kontrol atas peredaran game seperti ini agar tidak berpengaruh buruk terhadap remaja dan anak-anak. Namun sebuah penelitian lain ada juga yang menyanggah pendapat tersebut.
(rns/rns)