Hal itu dikeluhkan oleh Yves Jacquier selaku Executive Director of Production Services, Ubisoft Montreal. Ia mengaku telah berinvestasi sedikitnya USD 1 juta untuk menemukan cara baru membuat game, terutama untuk pengembangan artificial intelligence (AI).
"Tantangan bagi kami adalah, membuat grafis yang indah, AI yang baik, suara berkualitas, pada sebuah konsol yang memiliki memori kecil dan daya komputasi rendah," ujar Yves, dikutip detikINET dari gameindustry, Kamis (7/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami rasa konsol generasi mendatang tidak akan memiliki keterbatasan seperti ini, sehingga kami bisa menciptakan game yang realistis dengan grafis yang lebih baik," tandas Yves.Β
(eno/fyk)