Wii U, lengkap dengan kontroler layar sentuh baru, ditujukan untuk memenangkan kembali hati gamer hardcore dari rivalnya, Xbox Microsoft dan Sony PlayStation. Nintendo juga berharap, saat diluncurkan di ajang Electronic Entertainment Expo (E3), konsol terbarunya ini mendapatkan pujian dari para kritikus industri.
Namun kenyataannya, saham Nintendo di Jepang ditutup 5,7 persen. Memposisikan Nintendo pada tingkat yang tidak pernah dialami sejak sebelum Wii versi pertama diluncurkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski beberapa ahli tampaknya menyukai perangkat ini, saya berharap Nintendo mau berpindah ke bisnis jejaring sosial," kata salah satu investor dari Cosmo Securities, Mitsuo Shimizu.
Menurutnya, ini sekaligus sebagai peringatan dari para investor agar Nintendo mempertimbangkan ulang strategi bisnisnya dan lebih agresif berpindah ke operasional social gaming.
Sementara itu, president Nintendo Satoru Iwata berusaha menyingkirkan kekhawatiran para investor tersebut. Dia menolak jika Wii U dikatakan kurang dalam network capability dan menurutnya produk Nintendo selalu 'social'.
"Ini bukan berarti kami berpikir negatif tentang network. Namun bila kami mengabaikan konsumen yang tidak menghubungkan konsol mereka ke internet, ini bertentangan dengan strategi kami untuk memperluas pasar. Kami hanya berusaha tidak menciutkan pangsa pasar kami," tandasnya.
(rns/ash)