Sigid Widodo, Direktur Operasional PT Nusantara Wahana Komunika selaku publisher game ini menjelaskan, pihaknya ingin memastikan semua hal sudah siap seluruhnya baru berani dilempar ke pasar.
"Sebab kami punya beban yang berat karena ini merupakan game MMORPG pertama Indonesia. Kalau hasilnya jelek maka akan berpengaruh terhadap citra produk Indonesia. Kita tidak mau menciderai citra Indonesia," tuturnya dalam peluncuran Nusantara Online di Mal Artha Gading Jakarta, Kamis (25/2/2010) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, game besutan dua studio asal Bandung tersebut telah memiliki 10 server yang dihosting di dua ISP. Untuk realm Jakarta, server diletakkan pada data center Telkom dan untuk realm Bandung, server ditaruh pada data center Melsa.
Dalam masa persiapannya, Nusantara Online juga menggandeng Universitas Gunadarma untuk menggelar uji coba game. "Kita sempat menemukan bug dan error dalam uji coba kemarin dan kemudian segera diperbaiki," imbuh I Made Wiryana yang juga ikut serta dalam pengujian tersebut.
"Justru yang namanya baru launching, terseok-seok itu biasa untuk melakukan perbaikan. Kita tidak bisa langsung menandingi yang sudah mapan," pungkas akademisi ini.
(ash/ash)