Penyandang tuna netra bernama Alexander Stern ini mendaftarkan gugatannya di pengadilan distrik Amerika Serikat. Dalam gugatannya, Stern menuding Sony telah 'melukai' para penyandang cacat Amerika karena tidak mengimplementasikan sejumlah fitur yang memudahkan para tuna netra untuk memainkan game besutannya.
Dikutip detikINET dari Destructoid, Rabu (11/11/2009), Stern mengaku telah berulang kali mengirimkan e-mail permohonan pada Sony untuk memodifikasi game-game mereka agar lebih bersahabat dengan para penyandang tuna netra. Namun, Sony mengabaikan permohonan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tidak dapat memainkan game-game Sony, alhasil Stern pun tidak bisa aktif dalam situs lelang Sony yang memungkinkan gamer menjual itemnya di game untuk mendapatkan uang nyata. (faw/fyk)