Hal itu diungkapkan Patrice Desilets, Creative Director game tersebut, kepada Edge Magazine yang dikutip detikINET dari CVG, Selasa (29/9/2009). Desilets mengatakan Ezio bisa dimainkan pada berbagai usia, mulai dari bayi, remaja hingga dewasa.
Menurut Desilets, kemampuan pemain untuk mengendalikan sang tokoh pada berbagai usia adalah cara Ubisoft mengatasi 'kejenuhan' yang terjadi pada game pertama. Dalam game pertama Assassin's Creed, Desilets mengakui, terdapat sebuah pola yang berulang-ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekuel ini akan dimulai dengan Desmond, tokoh yang berada di masa depan, mewarisi kemampuan free-running. Berbekal kemampuan itu ia melarikan diri dari salah satu markas Abstergo.
Bersama seorang bernama Lucy, Desmond memasuki sebuah markas milik pemberontak. Di lokasi itu Desmond akan menggunakan Animus 2.0 yang memiliki beberapa kemampuan baru, misalnya pemain akan bisa berkomunikasi dengan Desmond.
Selama beberapa saat, Desmond akan mengendalikan Ezio saat bayi. Lalu ia disebut akan lompat ke masa remaja Ezio, sekitar usia 17 tahun, sebagai sebuah tutorial dasar-dasar permainan Assassin's Creed II.
Semakin bertambahnya usia Ezio juga disebut akan memperkenalkan beberapa aspek tambahan. Misalnya, pada satu masa, Ezio akan mendapat warisan sebuah rumah keluarga.
Saat dewasa Ezio juga bisa mempengaruhi ekonomi kota tempat tinggalnya dengan melakukan investasi. Rumah yang diwarisinya bisa menjadi lebih mewah dan Ezio bisa mendapatkan penghasilan yang reguler.
Menurut Desilets, struktur dalam Assassin's Creed II memiliki pengaruh dari berbagai game. Termasuk di antara game itu adalah seri Zelda, Mario Bros dan Grand Theft Auto.
(wsh/wsh)