BERITA TERBARU
Jumat, 13 Jan 2017 12:42 WIB

Review Game

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Screenshot Foto: Screenshot
Jakarta - Bak drama serial, seri Final Fantasy tak ada habisnya. Dirilis pertama kali di tahun 1987 dengan judul Final Fantasy, game Japanese Role-playing Game (JRPG) ini sekarang sudah sampai di seri ke-15 dengan judul Final Fantasy XV.

Sekadar informasi, Final Fantasy XV melalui tahap pengembangan yang sangat lama, hingga mencapai 10 tahun. Awalnya, game ini dipersiapkan untuk menyambut hype Final Fantasy XIII. Karenanya, jangan heran apabila game ini diplot dengan nama awal Final Fantasy versus XIII.

Platform-nya pun pada saat itu ditujukan untuk PlayStation 3. Selama satu dekade itulah gamer dibuat menanti dan berharap game akan dirilis. Sempat beredar rumor, penggarapan game ini terpaksa harus batal karena berbagai alasan.

Namun, pada akhirnya di era konsol next-gen seperti saat ini, Square Enix berani melepas sebuah game Final Fantasy yang berganti nama menjadi Final Fantasy XV. Dari awal, sampai versi final, game ini kerap mengalami berbagai macam perubahan, baik dari cerita, hingga mekanisme gameplay.

Lalu bagaimana pada akhirnya Final Fantasy XV bisa disebut sebagai salah satu game terbaik di tahun 2016? Simak review detikINET berikut ini.


Perjalanan Pangeran Merebut Tahta

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Meski hadir dalam beberapa seri, alur cerita dan penokohan di setiap judul Final Fantasy dibuat berbeda-beda. Meski demikian, ada beberapa benang merah yang mungkin akan terasa familiar antara satu judul dengan yang lainnya.

Seperti misalnya di Final Fantasy XV, di mana bila Anda ngeh, garis besar cerita di game ini nyaris sama dengan apa yang ditawarkan di judul Final Fantasy IV dan Final Fantasy Type-0, yakni perang antara dua kubu atau negara.

Final Fantasy XV mengisahkan pertikaian antara dua kerajaan, yakni Lucis dan Niflheim di sebuah dunia bernama Eos. Walau sempat berakhir sekitar 30 tahun yang lalu, Niflheim yang dikuasai ambisi untuk merebut Crystal dari Lucis kembali memicu peperangan. Bahkan parahnya, kali ini negara dengan kekuatan militer tinggi ini berniat untuk menyerang ibukota Lucis, Insomnia secara terang-terangan.

Mengetahui adanya serangan dari Niflheim, Regis Lucis Caelum, ayah dari Noctis yang juga merupakan raja dari Lucis tak ingin Noctis terlibat. Ia pun menugaskan Noctis untuk menjumpai calon pengantinnya Lunafreya, putri dari kerajaan Tenabrae di Altissia.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Ditemani oleh tiga pengawal setianya, yakni Prompto Argentum, Gladio Amicitia, dan Ignis Scientia, Noctis mulai melakukan petualangan dengan mengendarai Regalia, mobil pemberian ayahnya. Di tengah perjalanan, Noctis tiba-tiba mendengar kabar bahwa Insomnia telah diserang oleh Niflheim dan ayahnya tewas dalam serangan.

Cor Leonis, salah satu pasukan terkuat Lucis yang merupakan orang kepercayaan Regis menemui Noctis dan memberitahukan bahwa untuk bisa merebut kembali Insomnia dan menghimpun kekuatan melawan Niflheim, Noctis harus mencari dan mengumpulkan senjata-senjata warisan leluhur.

Selama perjalanan, tak hanya menghadapi serangan dari pasukan robot Niflheim, Noctis dan kawan-kawan juga harus berurusan dengan monster-monster yang disebut Daemon yang entah bagaimana bisa mengamuk liar.

Lalu apakah Noctis bisa merebut kembali Insomnia dan Crystal yang berhasil direbut Niflheim? Jawabannya bisa didapat dengan memainkan game ini sampai tamat.

Namun, detikINET sarankan sebelum memainkan Final Fantasy XV, ada baiknya Anda menyaksikan film Kingsglaive: Final Fantasy XV. Karena tidak seperti game pada umumnya, sebagian cerita memang diplot dalam film. Sehingga dengan menontonnya, kita bisa lebih memahami alur cerita.


Final Fantasy Berbasis Realita

Sedari awal trailer Final Fantasy XV dibuat, Square Enix menggembar-gemborkan bahwa dunia yang dijadikan setting game adalah dunia yang memiliki peradaban tak jauh berbeda dengan kehidupan nyata. Insomnia yang menjadi ibukota dari Lucis disetting mirip dengan suasana di Jepang.

Sedangkan di luar Insomnia itu sendiri, yang menjadi arena bermain Noctis dan kawan-kawan dibuat mirip dengan kehidupan di Amerika Serikat. Di mana ada jalan panjang melalui gurun, hingga rest area atau outpost yang lengkap terdapat restoran bergaya Diner dan pengisian bahan bakar self service.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Selain outpost sebagai tempat beristirahat, terdapat pula kota Lestallum yang menjadi kota kedua terbesar di Lucis setelah Insomnia. Di sini berbagai macam aktivitas terjadi, mulai dari tempat peristirahatan hingga jual beli kebutuhan karakter. Pakaian para NPC (non-playable character) atau AI yang berlalu lalang juga dibuat menyerupai pakaian manusia pada umumnya, begitupula dengan kendaraannya.

Bahkan kota Altissia yang menjadi tempat berjumpa Noctis dan Lunafreya dibuat memiliki suasana mirip dengan kota-kota di Eropa. Baik dari alunan musik hingga sungai-sungai yang mengalir jernih sebagai tempat transportasi perahu kecil berlalu-lalang.

Upaya Square Enix membuat dunia Eos yang indah dalam penggarapan Final Fantasy XV patut diacungi jempol. Terlepas dari dinamika cuaca yang menjadi suatu kewajiban setiap game open world, grafis dalam game jujur saja memaksa detikINET berdecak kagum. Bagaimana bayangan berpindah ketika matahari bergeser dari ufuk timur ke barat, bagaimana percikan hujan membasahi jalanan serta tubuh karakter, dan masih banyak hal lainnya yang sayang dilewatkan.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Karena dibuat open-world, maka sejatinya Anda bisa bebas mengeksplorasi peta area yang sudah dibuat susah payah. Namun sayangnya, terjadi keterbatasan dalam mengeksplorasinya. Di awal permainan mungkin Anda akan merasa jengah karena mobil Regalia ini hanya bisa dipakai di jalan utama.

Ketika Anda ingin menuju suatu tempat, katakanlah padang pasir untuk membabat monster atau mengunjungi dungeon, maka Anda mau tak mau harus berjalan kaki. Memang cara berjalan Noctis secara default sedikit lebih cepat dan untuk bisa berlari dibutuhkan stamina yang bila sering dipakai, akan kelelahan.

Tapi, kesulitan ini akan sirna karena di setelah chapter 3, Anda bisa mengeksplor area dengan menggunakan Chocobo, makhluk khas Final Fantasy berwujud seperti burung berukuran besar. Chocobo mampu mengantar Anda menuju tempat yang diinginkan lebih cepat ketimbang berjalan kaki.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Tak kalah menarik, yang bisa kita temui di dunia Final Fantasy XV adalah kemah. Seperti dunia open-world pada umumnya, cuaca bisa berganti dari pagi, siang, dan malam. Ketika siang hari, mungkin dunia akan terlihat indah lengkap dengan lanskap yang menceritakan kejadian di masa lalu.

Namun, bila malam tiba, Anda harus waspada, sebab Daemon yang muncul bisa lebih ganas. Bagi Anda yang masih berada di level rendahan, sebaiknya Anda berhenti di outpost untuk menginap. Atau bila ingin mengirit uang (gil), Anda bisa berkemah. Ignis pun akan memperingatkan bila Anda tetap ngotot melanjutkan perjalanan di malam hari.

Berkemah juga menjadi sarana Anda untuk menyimpan permainan dan merekap exp yang Anda peroleh selama permainan. Ignis juga akan memasak makan malam. Nah, makanan di Final Fantasy XV berperan sebagai penambah buff karakter. Setiap tipe makanan yang disajikan memiliki efek buff berbeda-beda, ada yang menambah serangan, adapula yang menambah darah.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot



Bukan Sekadar Game RPG

Game-game Final Fantasy memang selalu identik dengan game bergenre RPG. Bahkan elemen RPG ini sampai melekat pada game fighting macam Dissidia Final Fantasy. Tak heran, elemen ini masih tetap ada di Final Fantasy XV. Namun, elemen ini dikombinasikan dengan sistem pertarungan terbaru yang menurut detikINET sangat bagus.

Bukan tanpa sebab jika sistem pertarungan yang dinamakan real time battle action ini terbilang salah satu terbaik di seri Final Fantasy. Pengembangannya melalui tahap yang berliku. Perbaikan demi perbaikan dilakukan melalui serangkaian demo yang dihadirkan, mulai dari Duscae, Duscae 2.0, Platinum, sampai Judgement.

Jadi, jangan heran bila pada akhirnya sistem pertarungan game dalam penilaian detikINET mencapai skor yang memuaskan.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Sesuai dengan nama sistem kombat, real time battle action memungkinkan Anda untuk bebas mengendalikan karakter utama bak game action. Untuk menyerang musuh Anda hanya perlu menekan tombol kotak dan segitiga untuk serangan warp.

Karena menyerang musuh tinggal gebak-gebuk, terkadang Anda sulit untuk fokus pada monster mana yang ingin diserang. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menekan tombol R1 sebagaimana ditujukan untuk mengunci lawan. Tapi, terkadang mengunci lawan membuat sudut pandang kamera teracak.

Sebagai pewaris tunggal kerajaan Lucis, Noctis memiliki kemampuan untuk mengendalikan berbagai jenis pedang. Di sini, disediakan empat slot senjata yang bisa diakses dengan mudah di tombol arah atau D-pad. Selain senjata, Noctis juga bisa menggunakan magic berupa api, petir, dan es.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Magic-magic ini bisa didapat dengan cara menyerapnya (absorb) melalui batu elemen yang tersebar di dekat tempat berkemah. Noctis bisa dengan mudah meracik magic baik untuk dipakai sendiri maupun dipakai untuk tiga rekan bertarungnya.

Walau karakter utama yang kita mainkan hanya Noctis, namun Anda tetap bisa mendandani ketiga karakter lainnya, memasang aksesoris dan senjata yang tepat untuk menunjang pertempuran. Setiap karakter punya kecocokan senjata masing-masing, semisal Gladio menggunakan tameng dan pedang besar, Ignis yang bisa memainkan dagger dan tombak, serta Prompto yang hanya bisa menyerang dengan menggunakan pistol.

Anda tetap bisa memberi command pada tiga teman menggunakan tombol yang terisi di bar sebelah pojok atas. Setiap serangan gabungan ini mampu menghasilkan damage yang cukup besar untuk monster tertentu.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Setiap senjata atau magic yang mengenai musuh akan terlihat perbedaannya melalui warna. Bila serangan berujung kritikal, akan ditandai dengan warna oranye. Namun bila serangan ternyata resistance, maka warna akan berubah menjadi ungu. Nah, untuk mengentahui kelemahan musuh, Anda bisa mengubah mode pertarungan dari active menjadi wait mode.

Bagi yang tidak terbiasa, wait mode mungkin akan sedikit membuat ribet. Dengan wait mode Anda cukup berdiam diri dan mengaktifkan skill libra untuk mencari titik kelemahan musuh. Anda juga bisa memanfaatkan wait mode untuk melancarkan strategi, musuh mana yang akan Anda serang.


Summon yang Mengecewakan

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Summon menjadi salah satu elemen yang tak terpisahkan di serial Final Fantasy. Di demo Episode Duscae, Square Enix sudah menunjukkan summon bernama Ramuh, di mana ia menyerang dengan cara melempar petir ke arah musuh.

Summon di Final Fantasy XV mirip seperti di Final Fantasy VIII. Ketika memanggil summon, Anda akan menyaksikan sedikit cutscene, sebelum pada akhirnya summon menyerang. Tidak bisa dikendalikan seperti di Final Fantasy X dan Final Fantasy XIII.

Namun yang membuat kecewa adalah, pada akhirnya Anda tidak bisa terus bergantung pada summon dalam bertarung. Hal ini karena summon tak bisa dipanggil sesuka hati Anda. Ia baru akan datang ketika Anda benar-benar membutuhkannya.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Misalnya, saat sedang dalam kondisi sekarat, maka akan muncul tombol summon. Itupun, kadang muncul kadang tidak. Yang lebih mengecewakan lagi, Anda tidak bisa memilih summon mana yang akan dipanggil. Summon akan hadir secara acak. Malah, ada summon yang hanya muncul di cerita tertentu, seperti misalnya Bahamut.

Terlepas dari kekecewaan itu, Anda akan dimanjakan dengan visualisasi memukau ketika memanggil summon. Square Enix memang memperlakukan summon sebagai makhluk astral yang didewakan sehingga tampilan mereka sangat anggun.


Opini detikINET

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Kalau boleh memberikan skor, kami rasa game ini pantas diberi nilai sembilan dari 10. Hal menarik pertama yang menurut kami patut diacungi jempol adalah alur cerita yang tidak kompleks. Bahkan, inti cerita dan kisah perjalanan Noctis bersama sahabatnya, bagi sebagian gamer mungkin bisa bikin air mata menetes.

Dari segi visual, game ini mampu memanjakan mata dengan grafis ciamik. Terlihat bagaimana rambut karakter dan rumput bergerak mengikuti hembusan angin, begitupula dengan bayangan yang memantul sesuai arah sinar matahari. Yang menarik adalah melihat makanan yang tersaji. Tampak nyata, sampai mampu membuat perut keroncongan melihatnya.

Keunggulan lain datang dari sistem pertempuran yang sangat solid digabung dengan unsur RPG. Di satu sisi, Anda bisa membabat musuh dengan membabi buta, namun Anda juga bisa mengatur strategi. Walau Anda hanya bisa mengendalikan satu karakter, untungnya karakter yang lain bisa bergerak dan beradaptasi dengan serangan Noctis, sehingga bukan mustahil untuk menciptakan serangan besar.

Final Fantasy XV, Salah Satu Seri Final Fantasy Terbaik!Foto: Screenshot

Dari sekian banyak faktor yang ada, yang paling mengecewakan adalah summon. Summon tak bisa Anda panggil sesuka hati dan tak bisa memilih siapa yang akan datang membantu. Selain summon, mungkin yang juga tak kalah mengecewakan adalah dialog antar karakter yang terkadang kaku dan tidak saling menatap satu sama lain. Tak hanya itu, cerita yang dibuat menjadi cepat di beberapa chapter terakhir seolah mengisyaratkan adanya lubang yang menganga di lini cerita. Namun, beredar kabar bahwa lubang ini akan ditambal dengan menghadirkan DLC (donwloadable content).

Terlepas dari tiga kelemahan tadi, kesimpulannya adalah, Final Fantasy XV menjadi salah satu serial Final Fantasy terbaik! (mag/rns)
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed