BERITA TERBARU
Minggu, 25 Des 2016 14:20 WIB

Review Game

Telolet Om! Bukan Sekadar Game Telolet Biasa

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Dalam beberapa pekan, sebagian masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial dilanda demam 'om telolet om'. Momen langka ini pun dimanfaatkan oleh sejumlah developer aplikasi mobile untuk membuat aplikasi yang berkaitan atau memiliki tema dengan klakson bus antar kota itu.

Ada yang sekadar aji mumpung, tapi ada pula developer yang cukup niat untuk membuat sebuah aplikasi permainan yang cukup asyik untuk dimainkan. Aplikasi yang kami maksud di sini adalah Telolet Om!.

Game Telolet Om! ini dikembangkan oleh developer lokal yang menamai dirinya Game Lokal Indonesia (GLI). Developer game lokal berbasis Cimahi, Jawa Barat ini memang masih terdengar asing di telinga penikmat game mobile Indonesia.

Meski demikian, GLI telah melahirkan empat game sebelum Telolet Om!, yang di antaranya adalah Otan Kong, Perang Diponegoro, Timun Mas, dan Ghost Garden yang beberapa waktu lalu pernah kami review. Untuk yang Telolet Om! ini sendiri diciptakan sesuai dengan tagline GLI, yakni Bring Indonesian Culture to the Worlds.

Lalu seperti apa game Telolet Om! ini? Berikut detikINET sajikan ringkasan dari game ini!


Bukan Sekadar Telolet

Dari pantauan detikINET di Google Play Store, ada banyak sekali aplikasi yang bertemakan telolet. Hanya saja, seperti yang kami sebut di awal, kebanyakan memang aji mumpung belaka. Tampilan ala kadarnya dan cara memainkannya pun tidak seru.

Seperti contoh, ada aplikasi yang Anda hanya cukup menekan tombol dan mendengarkan suara beragam klakson bus antar kota. Ada pula yang menyediakan ringtone dengan suara telolet yang sayangnya semua itu tak lain rekaman kasar ketika berada di dekat bus. Jadi, jangan heran jika ada suara bus berjalan atau suara bising lainnya yang 'bocor'.

Foto: screenshot detikINET

Nah, untuk game Telolet Om! ini kami menemukan perbedaan dari aplikasi-aplikasi lainnya. Selain menyajikan suara klakson, game ini nyatanya juga mengajak Anda untuk mengasah kemampuan dalam mengingat.

Anda akan disuguhkan dengan sederet tombol. Tugas Anda hanya mengingat tombol mana saja yang harus dipencet ketika bus lewat. Di sini selain daya ingat, ketangkasan dan ketepatan waktu ketika memencet tombol juga sangat diperlukan. Game akan berakhir apabila Anda tidak tepat waktu memencet tombol-tombol ketika bus berlalu.

Semakin jauh level yang dimainkan, semakin banyak pula tombol yang tersaji. Karenanya, nada-nada klakson setiap level bisa berubah tergantung banyaknya tombol.


Opini detikINET

Bermain Telolet Om! memang tidak seasyik game mobile sungguhan yang bersaing ketat di Google Play Store. Sekali lagi, game ini hanya aji mumpung, sama halnya dengan game Tahu Bulat yang beredar kala jajanan rakyat itu populer.

Meski begitu, toh pada akhirnya game Tahu Bulat sempat menduduki posisi nomor satu di kategori Top Free Google Play Store. Ini pun bisa saja terjadi pada Telolet Om!, di mana GLI cukup sukses menghadirkan gameplay yang ringan dan menghibur. (mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.