Kamis, 10 Nov 2016 09:12 WIB

Review Game

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Selain sebagai tempat lahirnya game anyar (new IP), konsol next-gen seperti PlayStation 4 dan Xbox One kerap dijadikan panggung bagi sejumlah developer untuk menelurkan sekuel game yang sukses di era konsol generasi sebelumnya. Salah satu game yang kami maksud di sini adalah serial game Mafia.

Lahir pada era PlayStation 2 dan Xbox, game besutan 2K Interactive ini menjadi salah satu serial game yang diperhitungkan. Sukses di seri pertama, game ini kemudian lanjut di seri kedua dengan judul Mafia 2 yang rilis tahun 2010 untuk platform PlayStation 3 dan Xbox 360.

Antara Mafia dan Mafia 2 memiliki rentang waktu perilisan yang sangat lama, yakni delapan tahun. Walau mengarungi waktu yang lama, toh pada akhirnya Mafia 2 sukses memikat hati gamer di dunia. Game ini pun memiliki banyak sekali ekspansi bahkan hingga ke platform mobile.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: internet

Enam tahun berlalu, 2K Interactive masih melanjutkan seri Mafia ke jilid tiga. Untuk menggarap seri ketiga ini, 2K Interactive menggandeng developer Hangar13 sebagai mitra.

Lalu seperti apa perjalanan Mafia 3? Simak ulasannya berikut ini!

Balas Dendam yang Manis

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: screenshot detikINET

Alur cerita Mafia 3 bertempat di sebuah kota bernama New Bordeaux dengan mengambil masa tahun 1968. Menurut informasi yang diumbar, New Bordeaux sendiri terinspirasi dari kota New Orleans yang aslinya berlokasi di Amerika Serikat.

Meski terkenal akan keglamorannya, New Bordeaux menyimpan sisi kelam yang tidak semua orang tahu. Mafia, narkoba, perdagangan senjata, hingga pelacuran, semuanya lengkap tersaji di kota ini. Dalam cerita Mafia 3, ada beberapa kubu yang menguasai wilayah masing-masing, yakni kelompotan Italia, kulit hitam, masyarakat natif, dan Haiti

Bila di Mafia pertama Anda akan berperan sebagai seorang Tommy Angelo dan di Mafia 2 beraksi sebagai Vito Scaletta yang notabene merupakan seorang mobster asal Italia, maka di Mafia 3 tokoh utamanya adalah Lincoln Clay.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: screenshot detikINET

Sedikit gambaran, Clay yang menjadi yatim piatu sedari kecil dan mengenyam pendidikan militer merupakan seorang pria kulit hitam yang memiliki tubuh tegap. Selepas dari Perang Vietnam, Clay pun pulang ke kampung halamannya dan bergabung kembali dengan kelompok ras kulit hitam yang dipimpin oleh sang ayah angkat, Sammy Robinson.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: screenshot detikINET

Sayangnya, perseteruan antara kelompok kulit hitam dengan kelompok Haiti membuat Sammy berutang budi kepada Sal Marcano, pemimpin kelompok kriminal asal Italia yang menguasai sebagian besar New Bordeaux.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: screenshot detikINET

Clay pun awalnya sempat ditawari bergabung oleh Marcano dan dibujuk untuk mengkhianati Sammy. Namun, Clay menolak dengan alasan ia merasa berutang budi dengan Sammy. Marcano pun merasa sakit hati, hingga suatu hari ia dan kawanannya menghabisi Sammy dan juga Clay.

Beruntung, peluru yang ditembakkan meleset melewati kepala Clay. Setelah sadar dari koma ia pun berniat untuk membalaskan dendamnya kepada Marcano. Di sini ia banyak terlibat dengan beberapa kelompok yang juga merasa kesal dengan Marcano.

Salah satu orang yang diajak kerjasama adalah Vito. Ya, Vito yang menjadi tokoh utama di Mafia 2 kini menjadi karakter pendukung dalam Mafia 3. Karena rentan tahun yang cukup lama, maka Anda akan melihat raut wajah Vito menua dan tidak semuda dulu. Walau demikian, jiwa gangster yang melekat di dalam dirinya tidak berubah sedikitpun.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: internet

Tidak hanya bekerjasama dengan Vito, Clay juga bekerjasama dengan kelompok Haiti yang dulunya merupakan musuh Sammy. Lalu apakah Clay berhasil membalaskan dendamnya? Ada baiknya Anda memainkannya sendiri.

Secara keseluruhan alur cerita Mafia 3 cukup menarik. Bila Mafia 2 tentang ambisi, maka di sini mengisahkan upaya balas dendam Clay. Dialog antar karakter dikemas dengan rapih.

Grafis yang Mengecewakan

Selain unsur cerita dan gameplay, tentu grafis menjadi pertimbangan besar dan poin tambah sebuah game, terlebih game tersebut adalah game next-gen. Ketika masuk dalam adegan cut-scene, cukup diakui grafis yang ditawarkan terbilang bagus.

Sayangnya, semua itu akan sirna ketika masuk dalam gameplay. Masih banyak jaggies (garis kasar) di sana-sini. Belum lagi cara berjalan NPC (non-playable character) di sekililing kota yang kaku.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: screenshot detikINET

Layaknya game open world pada umumnya, kondisi cuaca di Mafia 3 dibuat dinamis mengikuti waktu, siang dan malam. Hanya saja, pergantian cuaca membuat pencayahaan terlihat buruk. Ada kala sinar terlihat over exposure, namun kadang cahaya justru menjadi minim sehingga sekeliling terlihat gelap.

Refleksi cahaya matahari yang dipantulkan ke jalan atau ke gedung tak terlalu bagus. Begitupula dengan awan yang melintas membuat siang sekejap terasa gelap, walaupun hanya sekelebat mata.

Sejumlah bugs dan glith juga terlihat sepanjang permainan. Tak hanya di PlayStation 4, isu ini nyatanya juga tersebar di sejumlah platform. Untuk game next-gen, Mafia 3 memiliki skor yang mengecewakan.

Degradasi Mafia 2

Grafis mungkin bukan satu-satunya sektor yang mengecewakan dari Mafia 3. Gameplay dan fitur yang ada di dalam game ini juga menjadi salah satu concern mengapa kami sebut Mafia 3 sebagai degradasi atau penuruan dari Mafia 2.

Ada banyak hal yang ingin kami utarakan. Yang pertama mungkin dari sisi kendaraan. Harus diakui bahwa masih tidak ada yang bisa mengalahkan kendali kemudi di serial Grand Theft Auto. Begitupula dengan kendali kemudi di Mafia 3 yang masih sama dengan Mafia 2, yakni kaku. Akselerasi dan handling dalam serial game ini memang tidak begitu enak.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: screenshot detikINET

Yang membedakan di sini adalah tingkat kerusakan kendaraan. Apabila Anda masih ingat, kendaraan di Mafia 2 sangat mudah rusak. Walau kendaraan yang Anda kemudi hanya menyerempet sedikit, mobil tetap meninggalkan bekas yang mendalam.

Nah, ini sepertinya yang ingin dibenahi oleh developer dalam seri terbaru. Akan tetapi, entah mengapa perbaikan ini justru menjadi kelemahan. Mobil menjadi super kuat dan tidak mudah rusak walau Anda menabrakannya dengan hebat.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: screenshot detikINET

Mungkin ini menjadi salah satu alasan mengapa developer tidak menghadirkan fitur bengkel dalam game. Ya, fitur bengkel yang ada di seri sebelumnya kini sirna sudah. Anda tidak bisa serta merta memperbaiki kendaraan ketika rusak. Kalau sudah rusak, yang bisa Anda lakukan hanya berganti kendaraan.

Bukan hanya fitur bengkel, fitur Car Wash pun menghilang. Selain bengkel dan tempat cuci mobil, Anda juga tak akan bisa berbelanja pakaian di toko. Otomatis, Anda harus puas dengan satu jenis pakaian sepanjang permainan.

Kalaupun ada toko, itu hanya toko makanan atau cafe. Itupun Anda tidak bisa membeli makanan atau berinteraksi dengan pelayan. Anda hanya diperbolehkan mengambil perlengkapan medis atau merampok uang di dalam kasir. Merampok? Lebih tepatnya disebut menguntit, karena toh Anda tidak menodongkan senjata ke arah pemilik toko.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: internet

Interaksi dengan lingkungan sekitar juga menjadi kelemahan dalam Mafia 3. Seperti contoh, Anda tidak akan bisa memperbaiki kendaraan sendiri ketika mogok, tidak bisa membuka bagasi belakang, membuka keran, jejak kaki ketika menginjak darah, hingga selongsong peluru yang jatuh ketika menembakkan senjata.

NPC dalam Mafia 3 sangat membosankan. Anda tidak bisa mengajak pejalan kaki untuk berkelahi karena toh mereka akan tumbang walau hanya sekali pukulan. Begitupula ketika Anda merebut kendaraan, mereka akan lari tunggang langgang. Ketimbang berkelahi dengan Anda, mereka lebih memilih untuk menghampiri telepon umum untuk melaporkan Anda ke polisi.

Opini detikINET

Bila dibandingkan dengan Mafia 2, Mafia 3 mengecewakan. Ragam fitur yang diunggulkan di seri sebelumnya hilang seketika. Yang menjadi nilai plus mungkin adalah alur cerita yang ditawarkan.

Mafia 3: Balas Dendam yang Manis, Tapi..Foto: screenshot detikINET

Meski banyak fitur yang hilang, Hangar13 memberikan beberapa fitur pengganti, seperti Anda kini bisa memanggil toko senjata keliling, memanggil bala bantuan ketika akan bertempur, hingga menabung di bank keliling agar uang Anda tidak hilang ketika karakter tewas.

Jangan berharap penuh dengan grafis yang memukau, karena grafis dan efek cahaya dalam game ini sangat buruk. Masih banyak bug dan glitch yang tanpa disadari membuat permainan terasa menjemukan. Bagi yang masih penasaran, selamat mencoba. (mag/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Mau Bikin Konten Viral? Ini Tipsnya

    Mau Bikin Konten Viral? Ini Tipsnya

    Sabtu, 19 Agu 2017 14:39 WIB
    Di era media sosial seperti saat ini, apapun bisa menjadi viral. Tapi bagaimana caranya agar konten yang kita buat sendiri bisa viral?