Rabu, 06 Jul 2016 17:00 WIB

Review Game

Dark Souls 3, Buat yang Sabar dan Bernyali

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Tidak semua game sifatnya menghibur. Ada yang bersifat mendidik, adapula yang butuh kesabaran lebih ketika memainkannya. Biasanya game dengan tipikal seperti itu memang bukan ditujukan untuk gamer kasual, melainkan gamer hardcore yang senang akan tantangan.

Ya, ini lah yang ditonjolkan dalam game terbaru besutan Bandai Namco, yakni Dark Souls 3. Dari semua seri game Souls yang ada, boleh dibilang Dark Souls 3 menjadi seri tersulit. Game yang dikembangkan FromSoftware ini takan menguji kesabaran gamer sampai pada batas maksimalnya.

Jika Anda pernah bermain seri lainnya, seperti Demon's Souls, Dark Souls, Dark Souls 2, atau Bloodborne, maka Anda sudah familiar bahwa ini adalah game yang sangat menantang.

Penikmat game petualangan yang kasual bisa jadi frustasi memainkan game ini. Tapi justru di tingkat kesulitannya ini yang jadi seninya.

Lalu seperti apa gregetnya bermain Dark Souls 3? Simak pengalaman tim detikINET dalam menguji kesabaran bermain Dark Souls 3.


Ketika Kegelapan Datang



Latar wilayah permainan ini bernama Kingdom of Lothric. Di awal permainan ada pertanda bahwa The First Flame, yang selama ini menandakan berlakunya zaman api, sekarang sudah mulai pudar.

Dunia akan masuk ke zaman kegelapan, dan pada masa ini akan bermunculan pula mahluk-mahluk pembenci cahaya. Untungnya, masih ada waktu supaya dunia bisa diselamatkan.

Caranya, dengan ritual menghubungkan jalur api di sekeliling Kingdom of Lothric. Para pejuang dan kaum ningrat di sekitar kerajaan harus mau mengobarkan jiwanya untuk diubah menjadi api yang akan menyulut kembali The First Flame.

Sayangnya Prince Lothric, yang seharusnya pertama kali mengorbankan jiwanya, memilih untuk diam saja. Sehingga tidak ada api yang seharusnya menjadi penyulut pertama.

Akibatnya, banyak pejuang dan kaum ningrat lainnya yang mengikuti langkah Prince Lothric menolak mengorbankan jiwanya, kecuali satu orang yang disebut Ashen One.

Nah, ini yang menjadi tugas Anda di game bikinan Hidetaka Miyazaki ini sebagai Ashen One yang menghubungkan nyala api dengan ritual khusus pengorbanan jiwa. Jiwa yang dikorbankan tentunya milik mereka yang menolak tadi.


Beda Karakter, Beda Gameplay


Game ini termasuk action role-playing game (RPG) dengan sudut pandang orang ketiga (third-person perspective). Player bisa melihat karakter yang dimainkan menjelajahi area open world dan bertarung melawan musuh.

Ada 10 karakter yang bisa dipilih, masing-masing dengan keahlian yang unik berbeda-beda. Banyaknya karakter ini bisa jadi alasan untuk mengulang kembali permainan jika sudah tamat.

Ada Assassin, Cleric, Deprived, Herald, Knight, Mercenary, Pyromancer, Sorcerer, Thief, dan Warrior. Tinggal pilih saja yang cocok dengan cara bermain Anda.

Biasa main frontal dengan senjata jarak dekat? Bisa pilih Knight, Assassin, atau Warrior. Suka pertempuran jarak jauh? Bisa pilih Thief atau Mercenary yang punya senjata panah.

Kalau terbiasa bermain dengan sihir, silakan pilih Pyromancer atau Sorcerer. Atau ingin permainan lebih menantang? Bisa pilih Deprived yang punya senjata dan skill ala kadarnya.

Setelah tutorial dan episode pertama, Anda akan mendapatkan markas (seperti rata-rata permainan RPG). Markas ini bisa dimanfaatkan untuk menaikkan level pemain, meng-upgrade senjata hingga jual-beli item.

Ada juga waypoint berupa api unggun yang bisa mengantar Anda ke level sebelumnya yang sudah ditaklukan. Api unggun ini juga bisa dipakai untuk mengembalikan darah yang habis selama bertarung.


Sulit Tapi Bukan Mustahil


Perlu dicamkan dalam benak Anda ketika hendak mulai bermain Dark Souls III bahwa ini bukan game RPG biasa yang tinggal gebak-gebuk musuh saja pakai satu tombol serangan. Kalau Anda lakukan itu, dijamin karakter Anda pasti langsung mati (You Died!!).

Musuh atau AI (Artificial Intellegence) dalam Dark Souls 3 punya gerakan yang dinamis dan sukar untuk ditebak. Ini artinya Anda harus mulai memikirkan waktu kapan serangan datang, dan kapan tepatnya untuk menyerang.

Banyak gerakan yang tidak terduga, bahkan dari satu musuh. Serangan yang sama kadang tidak mempan terhadap musuh yang sama.

Untuk mengantisipasi hal itu, developer memberikan tombol yang berbeda. Bila RPG lain biasanya hanya mengandalkan tombol jempol (PS: segitiga, kotak, lingkaran, kali/XBOX: X, Y, A, B) untuk menyerang, maka Anda akan melihat rangkaian tombol berbeda di Dark Souls 3.

Game ini justru menggunakan tombol jari telunjuk untuk menyerang (PS: L1, R1, L2, R2/XBOX: LB, RB, LT, RT). Jari kanan untuk serangan tangan kanan, jari kiri untuk serangan tangan kiri.

Anda bisa menentukan sendiri di tangan kanan ingin pakai senjata apa dan di tangan kiri bisa tameng atau skill sihir. Sekali lagi, jangan asal pencet dalam menyerang, tapi lakukan serangan dengan hati-hati.

Banyaknya item yang bisa dipakai pun perlu waktu untuk dipelajari. Jadi ada banyak sekali kemungkinan untuk kombinasi item dalam bertempur.

Kami akui, musuh di episode pertama saja susahnya sudah minta ampun. Perlu beberapa kali mencoba akhirnya detikINET berhasil membunuh satu Fire Keeper. Ini baru episode pertama lho, yang bisa dibilang masih tutorial.


Gameplay Menantang Dibalut Grafis Memukau


Tidak bisa dipungkiri grafis game rilisan Bandai Namco ini sangat indah, jauh lebih tajam dibandingkan game sebelumnya. Penggambaran karakter pun sangat rapi dengan gerakan yang luwes, terutama di bagian rambut dan baju.

Gerakan karakter sedikit lebih cepat namun masih terlihat normal. Dunia open world yang besar pun terlihat megah dan bisa dieksplorasi oleh Anda dengan leluasa.

Matahari yang bersinar bisa memberikan efek backlight kepada Anda ketika si karakter menghadap cahaya. Pantulan karakter di air juga terlihat cukup bagus dan nyata.

Gerakan karakter sedikit lebih cepat namun masih terlihat normal. Dunia open world yang besar pun terlihat megah dan bisa dieksplorasi oleh Anda dengan leluasa.

Sayangnya mimik muka karakter yang tidak punya ekspresi menjadi kekurangan dalam game ini. Mimik muka karakter yang dimainkan hanya berubah ketika mati saja. Mungkin untuk ke depannya, Bandai Namco bisa mengandalkan teknik motion capture seperti yang dilakukan Naughty Dog pada Uncharted dan The Last of Us.

Gameplay yang sangat sulit sebenarnya bisa menjadi faktor kelebihan game ini. Sebab, Anda tidak akan merasa rugi membeli game ini karena susah tamatnya.

Saking susahnya game ini bahkan sampai bermunculan banyak meme di dunia maya. Salah satunya adalah meme soal orang yang mendapat kiriman game Dark Souls ke rumahnya, begitu membuka kotak blu-ray gamenya dia langsung terkapar dengan tulisan 'You Died'.

Awas jangan terbawa nafsu ketika main game ini, jangan sampai controller konsol Anda hancur gara-gara frustasi susah menyelesaikan satu episode.


Fitur Multiplayer

Dark Souls 3 punya fitur multiplayer yang tak biasa. Artinya, jika konsol Anda terhubung dengan internet, maka di permainan single player pun Anda sudah bisa dibilang bermain 'setengah' multiplayer.

Sebab, Anda bisa pemain-pemain lain yang juga terhubung dengan internet di layar Anda sebagai 'hantu' yang berkeliaran di peta yang sama. 'Hantu-hantu' ini sebenarnya rekaman gerak para pemain lain yang karakternya baru saja mati.

Cara melihatnya adalah jika Anda melihat noda darah di lantai, tekan tombol yang diminta, lalu Anda akan melihat detik-detik terakhir saat pemain lain menemui ajalnya.

Ini bisa membantu petualangan Anda dengan mengamati gerakan musuh yang membunuh player lain sebelumya.

Selain 'setengah' multiplayer, Dark Souls 3 juga punya multiplayer 'penuh'. Caranya dengan memanggil (summon) pemain lain untuk bergabung dengan sesi Anda, maupun Anda yang dipanggil oleh pemain lain.

Sebelumnya Anda harus sudah punya White Sign Soapstone dengan menggunakan Ember untuk memanggil pemain lain ke sesi permainan Anda. White Sign Soapstone digunakan untuk bermain bersama melawan musuh.

Namun ada juga Red Sign Soapstone yang digunakan untuk mengambil alih sesi permainan orang lain. Dengan menggunakan Red Sign Soapstone, Anda bisa membunuh player lain di sesinya sendiri, lain halnya dengan White Sign Soapstone yang harus bekerja sama.

Selain itu ada juga sesi player vs player (PvP) maksimal 6 karakter lawan 6 karakter. Caranya Anda harus sudah melewati api unggun di Pontiff Sulyvahn dan menggunakan Way of Blue untuk masuk ke Irithyll of the Boreal Valley.

Tambahan multiplayer ini yang bisa jadi alternatif ketika Anda sudah bosan atau frustasi dibunuh non-playable character (NPC) di sesi single player. Anda bisa memanggil teman Anda untuk menyelesaikan misi bersama maupun mati bersama.


Opini detikINET


Setelah menjajal bermain game ini selama berminggu-minggu, didapat kesimpulan bahwa game ini memerlukan kesabaran yang ekstra. Bagi yang punya darah tinggi, kami tidak anjurkan bermain game ini.

Intinya adalah kesabaran dan insting Anda sangat diuji oleh game ini. Sabar, artinya memantau pergerakan musuh terlebih dahulu. Menghafalkan gerakan dan pola serangannya sebelum mengambil keputusan. Selanjutnya biarkan insting Anda menentukan kapan waktu menyerang dan kapan waktu bertahan.

Prosesnya memang agak lambat, tapi Anda akan menikmati semua itu, kecuali kesabaran hilang dan akhirnya frustasi. Sabar saja, game ini memang sulit, tapi bukan mustahil ditamatkan.

Dari sektor grafis, game ini juga sudah cukup lumayan dengan balutan grafis ala game next-gen. Pencayahaan juga bagus, pergerakkan karakter juga sudah luwes. Hanya saja mimik karakter seperti mayat atau dengan kata lain tidak ada ekspresi. (mag/mag)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed