Lamp Eyes: Berlari di Kegelapan Kreasi Anak SMA Bogor

Review Game

Lamp Eyes: Berlari di Kegelapan Kreasi Anak SMA Bogor

- detikInet
Jumat, 10 Apr 2015 09:37 WIB
Jakarta - Sejak booming Temple Run, game mobile yang mengusung konsep endless run terus diminati. Berbagai developer game pun berlomba-lomba menciptakan game model ini, tentunya dengan sedikit diferensiasi. Termasuk developer game lokal.

Menamakan dirinya Lamp Interactive, developer game indie asal Bogor ini merilis game pertama mereka, Lamp Eyes. Lamp Interactive merupakan developer game yang terdiri dari sekolompok pelajar SMA di Bogor. "Lamp Eyes adalah game smartphone pertama yang dibuat oleh siswa SMA dari Bogor, Indonesia," tulis developer dalam keterangannya kepada detikINET.

Penasaran, kami lantas mencari Lamp Eyes di Google Play Store untuk dijajal. Mengunduhnya tak butuh waktu lama, game gratisan ini hanya memiliki ukuran file 14 MB. Di data Google Play, game ini cukup populer dengan jumlah unduhan sudah menembus 1.000 kali.

Dari apa yang kami lihat, Lamp Interactive tampaknya menggarap game ini dengan menggunakan Unity Engine. Ya, hal itu dapat kami tebak dari logo Unity Engine yang muncul ketika pertama kali kami membuka Lamp Eyes.

Unity Engine sendiri merupakan engine andalan atau yang kerap digunakan oleh beberapa developer game di seluruh dunia dalam menciptakan game mobile.

Tak sedikit game-game ternama yang diciptakan menggunakan engine ini. Serial game Temple Run dan Dead Triger adalah dua di antara puluhan atau bahkan ratusan judul game mobile yang diciptakan menggunakan engine besutan developer Unity Technologies itu.

Tak banyak yang ditampilkan di menu utama dalam game Lamp Eyes. Hanya ada pilihan informasi, bermain, dan keluar. Cukup sederhana memang. Lalu bagaimana dengan gameplay-nya? Kami akui Lamp Eyes memang memberikan sebuah tantangan baru dalam konsep game endless run. Dengan mengusung genre 2D side-scrolling, gamer akan berlari tanpa henti secara menyamping.

Sesuai namanya, tokoh karakter yang akan Anda mainkan merupakan seorang pria berbentuk bayangan dengan mata yang menyorot ke depan bak lampu kendaraan. Tugas Anda di sini adalah untuk kabur dan terus berlari menghindari kejaran dari musuh sembari melompat menghindari jurang dan api. Gaya visual yang digambarkan oleh devloper cukup unik, dimana lingkungan sekitar karakter berlari dibuat gelap.



Bermain Lamp Eyes cukup membuat gregetan. Dengan nuansa yang gelap dan penerangan seadanya yang keluar dari mata karakter, Anda akan merasa kesulitan untuk melihat rintangan apa yang menanti di depan. Belum lagi tekstur lanskap yang bergelombang dan tombol lompat (tap) yang kurang responsif membuat kami kerap terjatuh ke jurang atau sekadar tersangkut di sebuah lekukan.

Tak hanya itu, jarak berlari antar musuh dan karakter terbilang cukup dekat. Sekali Anda tersandung, maka jarak antara Anda dan musuh dipastikan akan semakin mendekat. Lalu apakah tidak bisa menjauh lagi? Bisa, hanya saja hal itu sedikit sulit.

Terlepas dari itu semua, secara keseluruhan game ini cukup asyik untuk dimainkan di kala senggang. Dari segi visual, memang game ini tidak menawarkan grafis sederhana namun masih terasa solid. Berlari menghindari rintangan mungkin sudah biasa. Akan tetapi berlari dalam kegelapan, ini yang harus Anda coba.

(ash/ash)