Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Game Anda
Kembalinya Si Silent Killer
Review Game Anda

Kembalinya Si Silent Killer


- detikInet

Jakarta - Akhirnya setelah kehilangan seri Pandora Tomorrow, Chaos Theory, dan Double Agent akhirnya saya bisa juga melancarkan aksi Sam Fisher di SC: Conviction.Β 

Well beberapa waktu memainkan game keluaran ubisoft ini, saya kok seperti kehilangan ketegangan yang dulu pernah dirasakan ketika memainkan seri awal Splinter Cell. Unsur stealth-nya jauh berkurang. Lebih mirip game action dengan bumbu stealth.

Kenapa begitu? Kini kita bisa lebih frontal menyelesaikan misi. Langsung hajar bleh.... Ketahuan nggak masalah. Bisa jadi karena persenjataan yang dimiliki Sam tidak mumpuni. Maklum saja karena sudah pansiun, kali ini gadget dan persenjataan yang dimiliki Sam tidak selengkap waktu masih aktif dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski hanya berteknologi Directx 9, grafis game ini tergolong apik. Detail lingkungan dan pencahayaan hasil modifikasi dari Unreal engine ini sudah bisa memanjakan mata.

Komputer saya yang hanya menggunakan AMD Phenom II X4 dan kartu grafis ATI Rdeon HD 5670 saja, bisa menjalankan game ini dengan lancar pada konfigurasi detail medium plus Anti-Aliasing 4x.

Dari segi gameplay, layaknya game-game sekarang di PC, juga menunjolkan fitur co-op. Kita bisa bermain berdua dengan orang lain, bahu membahu menyelesaikan misi yang sama sekali berbeda dengan mode single player. Can u imagine how cool it was, if two man with stealth skills working together?

Untuk campaign, aksi Sam Fisher mencari tahu kabar keadaan putri semata wayangnya yang kabarnya tewas relatif singkat. Kira-kira butuh 15 jam menamatkan petualangan Sam mengacak-acak Third Echelon (tempat dia mengais rezeki dulu), berpetualang di Irak, dan menyelamatkan presiden AS di White House.

Senjata yang digunakan cukup variatif. Ada jenis hand gun, bisa dipilih mau yang pakai silencer atau tidak, macam Desert Eagle. Senjata serbu seperti MP5, shotgun, atau M16 yang kesemuanya itu bisa diupgrade power, akurasi, atau daya rusaknya.

Soal Artificial Intelligence (AI), pasukan musuh cukup bikin keki kalau kita mau jadi full stealth dalam menyelesaikan misi. Rute patroli musuh sungguh tidak terduga.

Tempat gelap yang biasa jadi tempat kita bersembunyi jadi tidak berguna karena kalau keberadaan kita sudah terdeteksi maka musuh akan patroli menggunakan senter. Nah ketahuan deh... Intinya, Sam harus terus bergerak dalam persembunyiannya kalau tidak ingin ketahuan. Jangan cuma nongkrong saja, alias ngendon.

Faktor penting lain yang nggak bisa diremehkan adalah suara yang mantap. Kalau kita memainkan game ini dengan tata suara surround, suara ledakan, rentetan tembakan, desingan peluru akan sangat terasa. Tapi jangan khawatir, pakai speaker stereo pun sudah cukup kok. Oh ya tidak lupa, latar belakang musik di setiap misi juga apik, bisa membuat tegang kita yang bermain.

Di akhir cerita Sam dituntut untuk membuat keputusan sulit. Saya belum tahu juga apakah keputusannya itu akan berujung padaΒ ending yang berbeda, silakan tentukan sendiri.

So far, sangat masuk akal jika SC: Conviction ini masuk dalam chart game penjualan terlaris. Paduan gameplay, grafis, dan soundnya terasa menyatu. Plus kontrol di keyboard dan mousenya juga sederhana, tidak ribet. Kekurangannya bagi saya sih durasi permainannya pendek, terus lebih terasa unsur actionnya daripada stealth.


Tulisan ini merupakan Review Game kiriman pembaca detikINET. Punya opini tentang game yang sedang Anda mainkan? Kirimkan tulisan Anda ke redaksi@detikinet.com. Tulisan yang terpilih setiap periodenya akan mendapatkan hadiah menarik dari detikINET. (eno/eno)





Hide Ads