Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Game Review
Tegangnya Menjadi Buruan di Alien vs Predator
Game Review

Tegangnya Menjadi Buruan di Alien vs Predator


- detikInet

Jakarta - Boleh jadi Alien Vs Predator (AVP) merupakan game Firts Person Shooter (FPS) yang banyak ditunggu kehadirannya. Game ini pun sempat dicekal karena sistem permainannya yang tergolong sadis. Tidak heran jika kemudian game ini dilarang 'berkeliaran'Β di Australia.

Awalnya, game ini sempat diprediksi bakal hadir dalam sudut pandang orang ketiga, namun Rebellion Developments berkata lain. Game hasil kerja sama dengan Sega ini hadir bergaya FPS dengan cerita yang sedikit berbeda dari versi filmnya.

Ketika memainkan game ini pertama kali, detikINET menggangap bahwa pemilihan gaya FPS untuk AVP tampaknya kurang pas. Namun ternyata hal tersebut malah makin menambah suasana tegang dalam game ini.

Perburuan Dimulai dari Planet Fiksi


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Permainan dimulai dari sebuah planet fiksi yang disebut BG-386. Tak disengaja, para manusia yang mengadakan penelitian di planet tersebut menjumpai sebuah piramida kuno yang sangat misterius.

Tanpa disadari, piramida yang terlihat sangat menyeramkan itu dihuni oleh sekelompok Alien yang telah lama tertidur. Seperti dalam versi filmnya, para manusia telah membuat makhluk ganas tersebut bangun dari tidur panjangnya.

Hal tersebut juga diketahui oleh para Predator, yang tak lain adalah musuh bebuyutan para Alien. Alhasil, para makhluk yang gemar berburu tersebut mengutus beberapa pemburu terbaiknya untuk memusnahkan Alien beserta manusia yang usil tersebut.

Bebas Memilih, Alien, Predator atau Marinir


Di awal permainan, gamer dapat memilih ras mana yang ingin dimainkan. Baik Alien, Predator ataupun Marine (Manusia). Masing-masing ras memiliki alur cerita yang nantinya bakal bersinggungan. Tak hanya itu, sistem pertempuran pun bakal sedikit berbeda.

Misalnya ketika gamer berperan sebagai Predator. Karena sudah mengusung teknologi canggih, gamer pun tidak merasa kesulitan ketika diserbu para Alien ataupun marinir.

Berbeda ketika gamer berperan sebagai Marinir yang hanya mengandalkan senjata api. Serbuan Alien tampak sulit dilewati, terlebih lagi para mahluk ganas tersebut kerap hadir di dalam kegelapan.

Dengan menggunakan perangkat komputer yang mumpuni, memainkan game ini sangatlah menegangkan. Beragam suara seperti Alien yang merangkak di kegelapan, hingga jerit tangis para manusia yang menjadi korban memicu suasana seram yang menegangkan.

Hal tersebut diperparah dengan tempat-tempat seram dan gelap yang bakal dilewati pemain. Dijamin bermain game ini seorang diri bakal sangat menegangkan. Paling tidak itulah yang dialami detikINET ketika menjajal game ini dengan menggunakan tata suara 5.1 ataupun menggunakan headphone.

Gaya pembunuhan masing-masing karakter pun cukup bervariasi, dan inilah salah satu faktor yang cukup megesankan dalam AVP. Finishing Move untuk Preadtor misalnya, adegan tampak sadis dengan membelah Alien menjadi 2 bagian.

Grafis Baik Namun Kurang Mengesankan

Urusan grafis, Rebellion Developments mempersenjati AVP dengan engine Asura. Nama yang sangat jarang terdengar memang, namun bukan berarti membuat game ini terlihat buruk.

Justru sebaliknya, baik penampilan sosok manusia, Alien ataupun Predator berhasil digarap dengan baik. Tidak hanya itu, tatanan lingkungan pun dibuat sedemikian rupa hingga menyamai versi filmnya.

Meski tergolong baik, namun grafis game ini belum bisa dibilang mengesankankan. Pasalnya, meski digeber hingga resolusi 1920 X 180, game ini masih menyisahkan jagie -- tepian yang tidak rata -- pada setiap karakter.

Namun hal tersebut dapat terobati dengan beragam efek pertempuran yang dahsyat dengan gaya pembunuhan yang beragam. Jadi tidak heran jika game ini kemudian dikategorikan untuk gamer dewasa.

Kualitas Suara Nanggung

Tidak dipungkiri lagi jika AVP memiliki beragam efek suara yang patur dibanggakan. Pemain bakal mendengar jeritan ala Alien, ataupun dengkuran para predator dengan sangat baik.

Suara langkah pun digarap dengan serius oleh Rebellion Developments, dan hal inilah yang paling menambah suasa tegang di sepanjang permainan.

Namun sayang, tidak semua elemen dalam AVP memiliki kualitas suara yang baik. Misalnya, suara ledakan yang terdengar kurang menggelegar atau minimnya suara latar beberapa adegan.

Hal tersebut tentunya membuat game ini terkesan nanggung. Padahal secara keseluruhan game ini sangat menarik untuk dimainkan.

Alien vs Predator, tidak hanya berhasil menerjemahkan film layar lebar ke dalam sebuah permainan interaktif. Game besutan Sega ini juga memiliki sistem permainan yang cukup menarik, apalagi jika disandingkan bersama tatanan suara yang memadai.


Kelebihan:

+ Pertempuran yang Seru
+ Kualitas grafis cukup baik

Kekurangan:


- Kualitas suara nanggung

Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis: Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, MSI GTX 275, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit, ASUS VH226 dan sistem operasi Windows 7
(eno/ash)





Hide Ads