Jumat, 03 Mei 2019 09:17 WIB

Tips Foto Portrait Kece di Media Sosial

Enche Tjin, - detikInet
Foto: unsplash Foto: unsplash
Jakarta - Beberapa tahun belakang saya mengamati anak muda suka sharing foto gaya hidupnya di Instagram dan media sosial. Membuat foto yang menarik tentunya tidak mudah, banyak kendala yang bisa muncul di lapangan.

Misalnya pencahayaan yang kurang di dalam cafe, atau latar belakang yang kurang menunjang. Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba memotret dengan Canon EOS M100 dan lensa EF-M 32mm f/1.4 STM.

Pertama-tama saya coba cari spot background yang menarik, misalnya cermin dan pantulannya.


ISO 125, f/1.4, 1/60 Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STMISO 125, f/1.4, 1/60 Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Kontak mata (eye-contact) menarik karena pemirsa akan merasa berhubungan (connect) dengan subjeknya. Kadang melihat keluar frame dapat menimbulkan rasa penasaran akan apa yang dilihat dan dapat memberikan kesan yang lebih alami.

ISO 100, f/1.4, 1/125, Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM.ISO 100, f/1.4, 1/125, Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Pencahayaan yang terbaik adalah dari matahari, idealnya, kita bisa memilih tempat dimana cahaya matahari masuk, misalnya di samping jendela besar di sebelah kiri subjek.

Supaya terkesan lebih berdimensi, cari objek yang bisa dijadikan foreground, misalnya bunga, dedaunan dll.

ISO 160, f/1.4, 1/125, Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM.ISO 160, f/1.4, 1/125, Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM. (Foto: Dok. Enche Tjin)

ISO 125, f/1.4, 1/125, Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM.ISO 125, f/1.4, 1/125, Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM. (Foto: Dok. Enche Tjin)



Kita juga bisa memanfaatkan properti cafe seperti meja, kursi sebagai alat bantuan (props) untuk berpose.

Di dalam cafe, yang perlu diperhatikan adalah warna lampu dari cafe tersebut, jika terlalu kuning bisa jadi kurang enak dilihat.

Biasanya saya mengatur White Balance (WB) kamera untuk menyesuaikan suhu warna lampu tersebut, tungsten/incandescent atau sekitar 2800-3200K biasanya akan cukup menetralkan warna kuning yang berlebihan.

ISO 400, f/1.4, 1/125, Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM.ISO 400, f/1.4, 1/125, Canon M100 + EF-M 32mm f/1.4 STM. (Foto: Dok. Enche Tjin)

Lensa yang ideal untuk portrait memang tidak ada, karena kesukaan orang beda-beda, tapi jarak fokal ekuivalen 50mm di full frame merupakan salah satu yang ideal karena memberikan perspektif yang tidak cembung, juga cukup lebar untuk menangkap lokasi/latar belakang.

Lensa Canon EF-M 32mm ekuivalen dengan 50mm, karena ada crop faktor 1.6x untuk sistem Canon EOS M, jadi 32 x 1.6 = 51.2mm, maka itu jarak fokal 32mm di APS-C Canon adalah yang terdekat ke jarak fokal lensa klasik 50mm. Kalau mengunakan kamera dengan sensor full frame seperti Canon EOS R/RP, maka lensa RF 50mm f/1.2 yang paling cocok.


*) Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin. (jsn/fyk)