Rabu, 24 Okt 2018 20:11 WIB

Review 3 Kamera Leica Ponsel Huawei P20 Pro

Enche Tjin, - detikInet
Huawei P20 Pro. (Foto: Amanda Rachmadita) Huawei P20 Pro. (Foto: Amanda Rachmadita)
Jakarta - Huawei P20 Pro adalah ponsel yang memiliki tiga modul kamera (triple camera) yang keunggulannya yaitu kamera utamanya memiliki ukuran sensor yang lebih besar daripada sensor kamera ponsel pada umumnya sehingga memungkinkan untuk memuat 40 Megapixel.

Keunggulan kedua adalah processor dan software dari kamera memproses hasil foto dengan baik, sehingga hasil/output dari kamera langsung terlihat menarik.

Saya berkesempatan mengunakan kamera ponsel Huawei P20 Pro ini saat ke Eropa dan mencoba beberapa fitur utamanya: Aperture Mode untuk mengendalikan blur/bokeh latar belakang. Telefoto 3x zoom, Monochrome, Photo Mode dan Night shot.

Huawei P20 Pro Huawei P20 Pro. (Foto: Amanda Rachmadita)


Kamera ponsel Huawei P20 Pro memiliki modul lensa dan kamera 8MP dengan lensa ekuivalen 80mm f/2.4. Lensa telefoto ini memungkinkan menangkap subjek yang agak jauh, atau portrait. Sensor gambar modul telefoto dan bukaannya lebih kecil daripada modul utama dan monochrome, jadi di kondisi yang sangat gelap kualitas gambar tidak begitu baik, tapi di kondisi terang cukup tajam dan detail.

Untuk aperture mode, kita bisa membuat simulasi bokeh (blur bagian yang tidak fokus) dengan memilih nilai aperture, semakin angkanya kecil misalnya f/0.95, maka semakin blur latar belakangnya.


Telephoto 3x zoom

Untuk Aperture mode ini, kualitas hasil foto sangat baik jika jarak antara kamera dan subjek cukup dekat, seperti foto botol-botol minuman atau anggur di pasar. Tapi saat subjek rata-rata cukup jauh, seperti foto saya saat duduk santai, kadang simulasi bokehnya agak kurang alami. karena kamera kadang sulit menilai mana daun atau ranting yang dekat, mana yang lebih jauh.

Setelah memotret, kita juga bisa mengubah nilai aperture dan fokus jika diperlukan dengan membuka file gambar di galeri foto, lalu menyentuh ikon aperture di bagian kiri atas, dan kemudian si simpan sebagai file baru.

Foto: Dok. Enche Tjin

zoom 3x bagus untuk menangkap detail arsitekturzoom 3x bagus untuk menangkap detail arsitektur Foto: Dok. Enche Tjin


Monochrome mode

Modul kamera monochrome di beberapa jenis kamera Huawei unik karena tidak dijumpai di kamera merk lainnya. Sensor gambar kamera ini tidak memiliki filter warna, sehingga ketajaman foto lebih tinggi dan gradasi terang-gelap lebih mulus.

Lensa f/1.6 dipadukan dengan 20MP dapat merekam cukup banyak detail untuk cetak foto berukuran relatif besar. Mode ini sedikit tersembunyi karena kita perlu menyentuh mode More terlebih dahulu, baru memilih mode Monochrome.

one hitam putih yang mulus dan ketajaman yang maksimal bisa didapatkan dengan mode Monochromeone hitam putih yang mulus dan ketajaman yang maksimal bisa didapatkan dengan mode Monochrome. (Foto: Dok. Enche Tjin)

Foto: Dok. Enche Tjin


Photo Mode

Kamera utama 40MP dan lensa ekuivalen 27mm cukup lebar untuk memotret berbagai kondisi dan paling ideal untuk memotret subjek yang bergerak di tempat gelap, atau pemandangan yang memiliki banyak detail.

Di Photo mode jika dalam setting Master AI On, kamera akan mengunakan AI (Artificial Intelligence) untuk memprediksi subjek apa yang akan dipotret dan otomatis mengunakan setting dan proccessing yang pas.

Contohnya jika kita mengarahkan ke makanan, otomatis kamera akan berubah menjadi Food mode, jika memotret pemandangan, biasanya akan berubah menjadi mode Greenery, Blue Sky atau Sunrise/Sunset.

Jika tidak menyukai hasil Master AI yang kadang-kadang bisa salah memprediksi atau juga hasil proses gambarnya terasa terlalu tajam atau warnanya terlalu jenuh, bisa dimatikan di menu setting kameranya.

Di setting juga ada pilihan resolution, disini kita bisa pilih 40MP atau 10MP, di kondisi gelap, 10MP menghasilkan hasil foto yang lebih bersih dan tajam, sedangkan yang 40MP lebih baik jika digunakan untuk kondisi cahaya yang berlimpah.

Foto: Dok. Enche Tjin

Foto: Dok. Enche Tjin

Foto: Dok. Enche Tjin


Night Shot

Mode Night shot cocok untuk digunakan di kondisi cahaya yang cukup gelap atau kontras tinggi, misalnya saat twilight, sesaat setelah matahari terbenam. Juga ideal untuk foto suasana malam dengan cahaya-cahaya dari lampu kota atau gedung.

Di setting S (Auto) dan ISO (Auto) kamera akan mendeteksi apakah ada getaran di kamera, jika ada, kamera cenderung memilih 4 detik, dan masa itu akan digunakan kamera untuk menangkap detail.

Jika kamera mendeteksi tidak ada getaran, maka kamera berasumsi kita mengunakan tripod, oleh sebab itu akan memilih S (shutter speed) yang lebih lambat, kadang 10 detik, kadang lebih, tergantung seberapa gelap kameranya.

Setting terbaik tentunya adalah ISO terendah dan shutter yang cukup lama, lebih lama dari 4 detik, tapi tentunya kita membutuhkan tripod untuk itu. Pada dasarnya, fungsi Auto cukup baik untuk segala kondisi.

Apa yang dilakukan kamera adalah mengambil foto beberapa kali dan kemudian menggabungkannya untuk mendapatkan detail yang cukup untuk bagian gelap dan terang.

4 detik, handheld4 detik, handheld. (Foto: Dok. Enche Tjin)

4 detik, handheld4 detik, handheld. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Kesimpulan

Kamera ponsel Huawei P20 Pro adalah kamera yang rumit dan sebaiknya tidak digunakan untuk sekedar snapshot saja, tapi jika digunakan dengan setting dan mode yang optimal, bisa menghasilkan kualitas foto yang bagus untuk ditampilkan di layar monitor atau dicetak.


*) Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin (jsn/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed