Rahasia Energi Alam di Balik Komposisi Golden Spiral

Rahasia Energi Alam di Balik Komposisi Golden Spiral

Ari Saputra - detikInet
Senin, 29 Agu 2016 10:17 WIB
Photoshop CC2015 dan berbagai sofware mempermudah mengkoreksi komposisi golden spiral. (Foto: detikINET/Ari Saputra)
Jakarta - Pada 2013 saya mengantri di Museum Louvre Paris. Salah satu tujuannya yakni melihat dari dekat lukisan paling berpengaruh sepanjang sejarah, Mona Lisa.

Saya tak bisa lama berlama-lama di depan lukisan 'mungil' seukuran dua kali kertas A3 tersebut. Sebab kurang dari 2 menit, petugas meminta barisan terdepan, termasuk saya, untuk bergeser dan bergantian dengan antrian di belakang saya.

Meski singkat, setidaknya membuktikan langsung apa yang jamak diperhatikan yakni kekuatan komposisi Mona Lisa. Sang pelukis Leonardo Da Vinci sukses membuat guratan dalam beberapa komposisi sekaligus antara lain golden spiral.

Golden spiral merupakan susunan foto dengan subjek utama diletakkan pada titik persimpangan dua garis horisontal yang memiliki perbandingan 1:1,6 atau 38/62. Angka tersebut dirumuskan oleh ahli matematika Leonardo Fibonacci (1170-1250) yang beberapa kali disinggung dalam novel Dan Brown 'Da Vinci Code'.

Saat ini dengan kemajuan sofware tidak perlu lagi pusing dengan hitung-hitungan golden spiral. Di beberapa pengolah foto sudah menyediakan fasilitas komposisi golden spiral sehingga lebih mudah saat mengkoreksi di komputer.
Model dijepret dengan komposisi golden spiral. (Ari Saputra/detikcom)

Seperti di Photoshop CC 2015, fasilitas golden spiral langsung muncul saat memencet crop tool (C). Ia berada bagian atas yang jika diklik akan bermunculan bersama beberapa 'pakem komposisi' yang lain yakni rule of thirds, diagonal, triangle dan golden ratio. Tinggal mencocokan foto yang sudah dijepret maka komposisi golden spiral sudah bisa diperoleh.

Hanya saja foto tidak serta merta hadir di piranti lunak. Fotografer masih perlu memperoleh langsung saat pemotretan. Persoalannya bagaimana mendapatkan foto dengan komposisi yang siap diolah menjadi golden spiral tersebut?

Sayang, tidak ada rumus mujarab untuk mendapatkan foto dengan komposisi golden spiral. Bisa jadi, imajinasi, kecerdasan visual dan keberuntungan fotograferlah yang akan membimbing juru foto menangkap energi sentrifugal itu dari alam atau kehidupan nyata.

Bandingkan dengan komposisi rule of thirds yang menekankan 'tata letak' sehingga lebih mudah. Golden spiral tak cukup menempatkan subjek pada satu titik tertentu. Tetapi perlu satu kesatuan antar elemen yang berputar sehingga mengeluarkan 'energi' yang mengalir dari pusat menuju luar atau sebaliknya.
Menghubungkan dua subjek utama (model dan sepeda) dalam rangkaian spiral Fibonacci. (Ari Saputra/detikcom)
Namun bukan berarti tidak bisa dilatih. Anda bisa memulai pada foto-foto diam (still life) terlebih dahulu seperti pada daun, rumah keong/siput, relief batu, atau apapun yang mempunyai garis spiral. Kemudian bisa ditingkatkan lagi ke model tunggal yang bisa diarahkan. Tentu disetting sedemikian rupa sampai menemukan komposisi golden spiral yang diinginkan.

Setelah terasa nyaman bisa naik ke level berikutnya yakni dengan merangkai berbagai subjek sehingga terjalin harmonisasi rasa yang menarik. Terutama sampai menemukan adegan dan partitur komposisi golden spiral yang mengalir dan bertenaga.

Kata kunci untuk menangkap energi tersebut, mengutip Leonardo Da Vinci yang saya ingat di depan Mona Lisa, everything is connected to everything else. Bahwa semuanya terhubung dengan segala sesuatu yang lain. Imajinasilah yang membuat segala sesuatunya itu terkoneksi, terkait dan mempunyai kekuatan.
Melatih kepekaan untuk melihat fenomena golden spiral bisa dilakukan dimana saja seperti di Pantai Kuta Bali ini. (Ari Saputra/detikcom)
(Ari/ash)