Merangkai Komposisi Foto dengan Segitiga Gestalt

Tips Fotografi

Merangkai Komposisi Foto dengan Segitiga Gestalt

Ari Saputra - detikInet
Selasa, 17 Mei 2016 08:28 WIB
Berfoto di atas Sungai Salzach Austria. Komposisi 'Segitiga Gestalt' membentuk keteraturan yang dinamis. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Di atas jembatan sungai Salzach yang membelah kota kuno Salzburg, Austria kami berfoto. Saya di sebelah kanan, istri di sebelah kiri dan putri kami berada di tengah. Naomi, begitu nama putri kami usianya baru 6 tahun dengan tinggi sekitar 125cm. Sementara kami berdua sekitar 160 hingga 170cm.

Setelah dijepret dengan menggunakan mode timer, terlihat kami bertiga pada posisi yang tidak simetris. Sebab utamanya karena perbedaan tinggi badan. Namun dari ketidaksamaan tersebut membentuk segitiga imajiner jika menghubungkan titik mata antara kami bertiga. Nantinya bakal diketahui, segitiga itu yang dikenal dalam fotografi sebagai komposisi segitiga Gestalt.

Segitiga Gestalt merupakan salah satu istilah untuk psikologi persepsi yang dipopulerkan pada awal abad ke 20. Para pendiri teori Gestalt mempunyai dalil bahwa otak manusia cenderung menghubungkan atau mengelompokan apa yang dilihat menjadi satu kesatuan yang utuh.

Salah satu prinsip Gestalt yakni 'penutupan bentuk' seperti dalam contoh buah kiwi yang saya potong menjadi 3 bagian. Saya tempatkan satu potong di atas dua potong lain seakan membentuk piramida. Dengan memotong secuil bagian dalam dari masing-masing buah kiri tersebut mata akan langsung berusaha merangkai bahwa hubungan ketiganya adalah bangun segitiga.

Kecenderungan persepsi visual tersebut yang kemudian dipinjam dalam dunia fotografi untuk memperkaya 'pakem' komposisi setelah rule of thirds yang sudah ada sejak zaman rennaisance. Kemudian komposisi segitiga gestalt pun menjadi acuan banyak fotografer dan tolak ukur keharmonisan sebuah foto. Diharapkan gambar lebih mudah dicerna, lebih nyaman dan pesan yang ingin disampaikan ke audiens mudah diterima.

Menempatkan subjek dengan garis imajiner segitiga gestalt. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Lantas bagaimana mengasah imajinasi supaya mudah 'melihat' garis segitiga Gestalt tersebut? Cobalah ambil 3 subjek apa saja (dalam artikel ini dengan 3 boneka kecil). Rangkai ketiganya dalam sebuah posisi dari atas, samping atau serong sehingga membuat pola segitiga. Setelah dijepret bakal terlihat ada hubungan imajiner di antara ketiganya, bukan?

Dengan metodologi serupa, percayalah momen atau 'keteraturan acak' tersebut mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan pada foto sepasang orangtua yang melihat ke luar jendela dari dalam trem di Munich, Jerman. Saat itu saya berada tepat di depannya dan terlihat keduanya asik menikmati suasana kota dengan dari balik kaca jendela trem.

Mendapatkan momen segitiga gestalt di dalam trem di kota Munich, Jerman. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Awalnya saya tidak memencet shutter karena belum ada komposisi yang menarik dari pasangan itu. Begitu sang kakek menunjuk ke arah luar saya langsung pencet shutter. Sebab, dengan adanya variable 'tangan' terbentuk segitiga Gestalt: mata kakek - mata nenek - tangan. Berbeda dengan momen sebelumnya, saat sebelum tangan sang kakek menunjuk, maka foto akan terlihat flat karena hanya ada garis datar antara mata kakek dan mata nenek.

Trik serupa terlihat dalam foto para pemancing di Pantai Sanur Bali. Saya perlu berbasah-basahan hingga air laut setinggi paha dan membuat ekstra waspada supaya kamera tidak tercebur. Dari balik lensa saya melihat para pemancing berdiri acak sampai saya menemukan suatu spot yang mampu merangkainya menjadi keharmonisan segitiga gestalt. Tanpa ragu saya pun menjepret dengan gaya komposisi tersebut.

Menangkap momen segitiga Gestalt yang datang tiba-tiba di lorong bawah tanah Kastil Neuschwanstein, Jerman.  (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jika beruntung tidak perlu menunggu dan mencari garis imajiner segitiga gestalt. Ia dapat hadir spontan di depan mata seperti dalam foto lorong bawah tanah Kastil Neuschwanstein, Jerman. Saat itu saya sedang berjalan, mata langsung menangkap segitiga gestalt. Yakni terbuat dari pembatas tembok dan koridor lorong. Koridor tersebut menuju satu titik yang jika ditarik garis imajiner terlihat segitiga piramida.

Di sekitar kita begitu banyak momen yang bisa dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan segitiga Gestalt. Dari foto traveling, foto berita, foto dokumentasi, foto makanan, hingga model atau foto keluarga. Dengan sedikit kemauan dan nalar kreatif maka foto-foto yang bersinar dan visioner bukan mimpi lagi. (Ari/asj)