4 Jurus Membuat Foto Hitam Putih Berdaya Magis

Tips Fotografi

4 Jurus Membuat Foto Hitam Putih Berdaya Magis

Ari Saputra - detikInet
Selasa, 02 Feb 2016 08:15 WIB
Langit berawan jadi salah satu alasan membuat foto hitam-putih. (Foto: detikINET/Ari Saputra)
Jakarta - Foto hitam putih tak pernah kehilangan pamor. Selalu ada daya magis bagi siapa saja -- baik dibuat langsung di kamera maupun dihitamputihkan di komputer -- untuk melihat dan mencoba foto-foto monokrom tersebut.

"Bagi saya, hitam-putih melambangkan alternatif dari harapan dan keputusasaan umat manusia," kata Robert Frank, fotografer legendaris asal AS yang mendedikasikan karyanya dengan format BW.

Untuk mencoba foto hitam putih ini, bisa memulai dari cahaya atau kontras di rumah Anda atau saat pergi berburu foto. Kemudian perdalam dengan unsur drama, membumbui dengan kekuatan grafis, menambahkan sedikit momen dan ekspresi. Racik semuanya menjadi sajian yang menarik dan penuh kejutan.

Berikut beberapa tips untuk membuat foto hitam putih yang menarik.

Pertama, tidak semua subjek bisa dibuat hitam putih meski semua genre foto bisa dibuat dua warna itu. Syarat yang sulit ditawar yakni subjek harus mempunyai tekstur, pola dan perbedaan bidang yang tidak sama. Semakin bertekstur, semakin apik hasilnya. Sebaliknya, semakin rata, maka foto hitam putih kurang pekat dan bertenaga.  Kontras tersebut akan membentuk kedalaman dan kekuatan foto dengan maksimal.
Perbedaan tekstur mempengaruhi hasil foto hitam-putih. (Ari Saputra/detikcom)

Seperti pada contoh foto dinding, ada dua bidang yang berbeda. Satu bidang hanya tembok, sebagian ditumbuhi rumput merambat. Terlihat kontrasnya mempunyai daya hentak yang lebih besar pada bidang yang ditumbuhi rumput daripada yang tidak, bukan? Sebab, rumput mempunyai tekstur lebih tinggi dari dinding polos.

Kedua, gunakan pencahayaan yang mendukung untuk menghidupkan tekstur yakni cahaya samping atau bermain eksposure tinggi. Anda bisa mencari, menunggu atau membuat pencahayaan dengan kontras ekposure sendiri. Cahaya saat mendung juga membuat foto hitam putih makin mengejutkan karena awan membuat suasana makin pekat dan dramatis.

Nah, menunggu dan mencari cahaya samping ini susah-susah gampang. Di negara dua musim, cahaya samping hanya bisa diperoleh pada golden time pagi hari atau sore hari hingga maghrib. Di negara 4 musim atau subtropis, cahaya samping dari sinar matahari mudah diperoleh karena posisi geografisnya.  Sementara untuk cahaya buatan bisa diperoleh dari dari lampu studio, lampu mobil, atau apapun.
Salah satu dinding Grand Indonesia Jakarta dengan tekstur dan pola yang menarik untuk dibuat hitam-putih. (Ari Saputra/detikcom)

Ketiga, gabungkan perbedaan gelap-terang atau hitam putih dalam harmonisasi ekposure yang baik. Lakukan dengan takaran yang tepat, sesuai selera dan gaya masing-masing. Apakah akan bermain kontras tinggi, sedang atau lembut. Itu benar-benar diserahkan kepada taste dan mood fotografer.

Langkah ini seperti para barista saat meracik kopi. Yang dibutuhkan tidak sekadar resep tertulis untuk membuat sajian kopi terbaik. Melainkan butuh kepekaan, feel dan taste yang tepat dalam membuat kopi paling menggoda.

Keempat, buatlah duniamu sendiri saat membangun drama hitam putih. Anda bisa memasukan unsur grafis, bermain garis, menangkap momen dan ekpresi, menaburkan simbol atau pesan tersembunyi serta apapun yang membuat hitam-putih tidak sekedar hitam-putih.
Foto-foto berformat hitam-putih yang dijepret diberbagai tempat. (Ari Saputra/detikcom)

Manfaatkan kelebihan hitam putih untuk membangun penokohan yang lebih kontras, kuat,  berkarakter dan tidak terdistorsi oleh pesan lain layaknya foto berwarna. Dengan bermain dua warna, Anda bisa lebih mudah mendirect pesan dan mendapatkan perhatian audiens dengan lebih terkontrol dan terukur.

Jika terdengar sulit,  latihlah terus permainan dua warna ini setiap hari, saban pekan dalam waktu berbulan-bulan dan kalau perlu bertahun-tahun. Tidak perlu terburu-buru karena fotografi bukan hasil melainkan proses merefleksikan dan menyampaikan apa yang ditemui, dirasakan, didengar dan dipikirkan oleh juru foto. (Ari/ash)