Bunuh Jenuh Saat Mudik dengan Berburu Foto? Ini Tipsnya

Tips Fotografi

Bunuh Jenuh Saat Mudik dengan Berburu Foto? Ini Tipsnya

Ari Saputra - detikInet
Rabu, 15 Jul 2015 09:11 WIB
Jakarta -

Perjalanan mudik berjam-jam, terkena macet, berdebu dan panas. Tentu membutuhkan sesuatu yang bisa 'membunuh' kejenuhan, melupakan waktu dan jarak.

Untuk urusan itu, jepret menjepret bisa menjadi alternatif mengisi waktu di jalan, daripada bengong berjam-jam di atas kendaraan. Bukan tidak mungkin, perjalanan lintas provinsi mampu menemukan hal-hal fotogenik dan menarik. Sekali kayuh, dua pulau terlampaui.

Berikut beberapa tips untuk tetap menikmati arus mudik tanpa harus kehilangan momen visual yang hanya bisa ketemu satu tahun sekali.

Pertama, gunakan kamera yang paling fleksibel. Bisa kamera ponsel handphone beresolusi tinggi, kamera poket, mirrorless atau DLSR prosumer. Bagi Anda yang memiliki kamera besar bahkan medium format, bisa disimpan dulu karena kurang efisien serta perjalanan mudik cukup melelahkan.

Jika mempunyai camcorder seperti GoPro, tidak ada salahnya untuk diajak mudik. Tempatkan di helm atau dashboard mobil. Yang patut diperhatikan hanya kemampuan baterei yang terbatas. Gunakan seefisien mungkin atau saat melintasi trek jalan yang ikonik dan menarik. Nantinya bisa digunakan untuk membuat film pendek dan digabungkan dengan foto-foto yang sudah dijepret.

Kedua, pastikan baterei terisi penuh, kartu memori yang mencukupi. Menggunakan file foto ukuran besar Large tak ada salahnya untuk mengantisipasi faktor croping, meski memerlukan memori yang cukup besar.



Pilihlah lensa yang paling praktis. Misalkan menggunakan lensa 18-200mm, 18-55mm atau lensa fix yang dimiliki. Membawa lensa besar tidak disarankan karena kurang efisien dan rawan aksi kriminal.

Ketiga, duduklah di samping sopir. Karena tidak mungkin bila hendak hunting foto mudik tetapi Anda sendiri yang di belakang kemudi. Oh, iya siapkan pula beberapa tisu atau lap dan air bersih. Fungsinya untuk memastikan kaca jendela mobil tetap kinclong dari debu dan minyak.

Kemudian posisikan kamera pada tombol standy untuk menangkap memen jalanan yang tidak terduga. Misalkan pemudik motor yang tiba-tiba melintas dengan penuh barang bawaan.
 
Bila menggunakan roda dua, cara paling efektif yakni dengan membonceng (duduk di belakang). Kalaupun tidak bisa, masih perlu bersabar untuk berhenti sebentar, meminggirkan kendaraan dan siap-siap menjepret.

Keempat, kenali spot-spot yang akan dituju ataupun rute yang dilewati. Misalkan melintasi persawahan yang luas, maka bisa berhenti sebentar dan menjauh dari jalan raya untuk memotret overview/landscape berupa iring-iringan mobil mudik. Menemukan spot yang cukup tinggi (high angle) menjadi kelebihan foto-foto mudik karena bisa merekam suasana dengan menyeluruh.

Yang tidak bisa diremehkan yakni spot-spot wajib yang menarik dijepret. Misalkan keramaian di pom bensin, rest area atau tempat berkumpul para pemudik saat melepas lelah. Tidak sedikit di tempat tersebut ditemukan cerita yang menarik seperti tukang urut musiman yang menjajakan refleksi atau pijat sehat.



Kelima, gunakan berbagai pendekatan saat memotret untuk menghindari kebosanan angle. Misalkan memakai gaya human interest untuk membuat protrait para penjaja jasa dan PKL di rest area. Pada kesempatan lain dapat menggunakan streetphotography atau jurnalistik yang menekankan momen. Pada jepretan berikutnya menggunakan unsur traveling yang menekankan keindahan dan keunikan.

Atau bisa jadi membuat perjalanan mudik Anda sendiri sebagai fokus cerita. Misalkan dijepret dari persiapan dari rumah, suasana di mobil atau roda dua, ekpresi lelah atau senang dan interaksi dengan siapa saja saat di jalan. Foto-foto bergaya dokumenter patut dipakai untuk foto-foto seperti ini.

Bagi yang melintas beberapa provinsi dengan beragam moda transportasi berbeda, bisa dijadikan subjek foto yang menarik. Misalkan desain dokar, andong, becak, bentor, angkutan umum atau apapun yang menarik di tiap-tiap daerah yang dilintasi. Kemudian dibuat file khusus, lalu dikolase dan menjadi satu cerita yang cukup menyita perhatian.

Selebihnya tetaplah tersenyum dan pastikan mata tidak lelah. Sebab, memotret itu membutuhkan energi yang tidak sedikit untuk menemukan momen menarik.

Dan yang pasti jangan lupakan momen arus mudik itu sendiri saat menuju kampung halaman bersama keluarga. Jangan sampai sibuk memotret sehingga terlihat asyik sendiri dan membuat suasana di mobil menjadi canggung dan kurang menyenangkan.

Nah, sekarang sudah tahu kan tipsnya. Setelah itu ikutkan hasil jepretan Anda di kontes FotoStop dengan tema Mudik Seru di detikINET dan dapatkan hadiah smartphone dan uang tunai.

Keep calm and photograph everything!

(Ari/ash)