Senin, 22 Apr 2019 20:31 WIB

Iklan Leica Kena Sensor di China

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Rachmatunnisa/detikINET Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta - Leica, pabrikan kamera asal Jerman, terkena masalah di China yaitu iklannya yang disensor dan mendapat sentimen negatif dari sejumlah pengguna internet di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Iklan yang dimaksud adalah sebuah video berdurasi lima menit dengan judul 'The Hunt', yang menceritakan ulang sejumlah kisah perang ataupun konflik yang kelam dari mata pewarta foto.

Namun adegan yang memancing kemarahan di China adalah ketika seorang jurnalis Barat yang tengah berada di sebuah hotel di Beijing. Ia berusaha mendokumentasikan penembakan demonstran oleh tentara China.

Iklan Leica Kena Sensor di ChinaFoto: Screenshot


Lalu ada juga sebuah adegan yang menunjukkan ia tengah memotret seorang demonstran yang berdiri di tengah jalan dan menutupi jalur sejumlah tank yang ada di depannya. Foto yang dimaksud sering dijuluki sebagai 'Tank Man', sebuah foto yang dipotret oleh pewarta foto asal Hong Kong bernama Arthur Tsang.




Pada akhir video tertulis 'This film is dedicated to those who lend their eyes to make us see'. Foto Tank Man sendiri memang menjadi sangat ikonik dari aksi unjuk rasa di Tiananmen pada 1989 tersebut.

Video ini dirilis pada waktu yang terbilang sensitif untuk pemerintahan China. Pasalnya beberapa minggu ke depan adalah peringatan ke-30 dari aksi berdarah tersebut, demikian dikutip detikINET dari South China Morning Post.

Diblokir di China

Iklan 'The Hunt' ini pun langsung terkena penyensoran di media sosial China, salah satunya Weibo. Setiap postingan yang mengandung kata 'Leica' di platform media sosial tersebut tak lagi bisa tampil dengan alasan 'a violation of relevant laws and regulations or the Weibo Community Convention'.

Tak cuma diblokir, Leica pun langsung mendapat komentar-komentar miring dari netizen di China. Sejumlah pengguna Weibo 'menyerang' akun resmi Leica di platform tersebut dengan berbagai komentar bernada negatif.

Komentar tersebut antara lain ada yang mengatakan Leica bodoh, ada juga yang mengusir pabrikan asal Jerman itu dari China. Namun ada juga yang menyebut aksi Leica juga membuat partner Leica asal China, yaitu Huawei, dalam posisi yang sulit.

Bukan iklan resmi Leica

Leica pun angkat bicara soal hal ini, dengan menyebut kalau video 'The Hunt' tersebut bukanlah iklan yang secara resmi dirilis oleh tim marketing mereka.

"Leica Camera AG harus menjauhkan diri dari konten yang ditampilkan di video tersebut dan menyesali adanya kesalahpahaman atau konklusi salah yang mungkin sudah diambil," tulis Emily Anderson, juru bicara Leica dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut menurut Anderson, Leica pun mengambil langkah lebih lanjut dengan tak mempublikasikan video tersebut pada akun media sosial resmi mereka.

[Gambas:Youtube]

(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed