Kamis, 18 Okt 2018 12:15 WIB

Tren Kamera Mirrorless Full Frame 2018

Enche Tjin, - detikInet
Photokina 2018. (Foto: Dok. XDS) Photokina 2018. (Foto: Dok. XDS)
Jakarta - Dua tahun yang lalu di Photokina 2016, hanya Sony dan Leica yang memiliki mirorless full frame. Di tahun 2018 ini, hampir semua produsen kamera telah memiliki atau mengumumkan pengembangan sistem kamera mirrorless full frame.

Pengembangan sistem kamera ini sepertinya mengikuti perkembangan pasar dimana kamera digital berkualitas tinggi saat ini lebih berkembang daripada kamera digital pemula atau kamera saku yang kian menurun karena bersaing dengan kamera ponsel yang kualitasnya makin hari makin bagus.

Setelah Photokina 2018, sistem kamera mirrorless kini terdiri dari Sony E-mount, Canon EOS R, Nikon Z, Panasonic S, dan Leica SL. Di tahun depan, Sigma akan menyusul dengan membuat kamera mirrorless full frame baru dengan sensor unik yang dikembangkan Sigma bernama Foveon.


Nikon ZNikon Z. Foto: istimewa


Canon EOS RCanon EOS R Foto: Internet


Pengumuman sistem kamera mirrorless full frame baru memberikan tanda bahwa sistem kamera DSLR tidak akan ada perkembangannya lagi, meski lensa-lensa DSLR tetap akan diproduksi karena masih banyak yang memiliki kamera DSLR.

Memang, sensor berukuran full frame itu cukup ideal dalam membuat kualitas foto yang tinggi dengan kombinasi resolusi gambar yang tinggi dan kondisi cahaya yang gelap, tapi karena ukurannya full frame, maka ukuran kamera, lensa pasti akan relatif besar harganya tidak bisa rendah.




Tapi bagi perusahaan, membuat sistem kamera mirrorless full frame yang baru lebih menarik karena dengan membuat sistem baru, akan banyak fotografer yang akan membeli kamera dan lensa baru. Keuntungan per item-nya juga akan lebih tinggi daripada kamera untuk pemula.

Namun, karena harga yang tinggi dan ukuran yang besar, pasar untuk kamera mirrorless canggih ini kurang lebih 10-20% saja. Dan lagi dengan masuknya sebagian besar produsen kamera, maka pasar akan segera jenuh.

Saat ini, hanya sistem mirrorless Sony yang siap karena telah berusia lima tahun dan koleksi lensanya sudah mencapai 26 belum termasuk lensa Sony oleh pihak ketiga seperti Tamron, Sigma, Zeiss, Samyang dan lain-lain.

Sistem Canon dan Nikon memang baru, tapi mereka memiliki rencana pengembangan lensa yang menarik, dan telah memiliki koleksi lensa DSLR yang lengkap (60 lebih) yang siap dipasang dengan adaptor. Yang perlu lebih cepat dalam produksi kamera dan lensanya yaitu konsorsium baru Leica-Panasonic dan Sigma.




Leica sudah punya modal enam lensa SL tahun ini. Panasonic sudah umumkan tiga lensa, masih akan bertambah tujuh lagi tahun depan. Sedangkan Sigma sepertinya akan mengadaptasikan 14 lensa Art Series-nya yang sudah ada ke Leica L-mount tahun depan.

Menurut pengamatan saya, hampir semua merk kamera lebih terfokus ke kebutuhan fotografer pro atau enthusiasts. Hanya Canon yang terang-terangan menjalankan strategi "full lineup" artinya Canon akan tetap mengembangkan berbagai kamera untuk masyarakat awam/pemula seperti sistem Canon EOS M atau DSLR tiga-empat digit, sampai DSLR atau mirrorless profesional.

Kesimpulannya, saat ini adalah masa keemasan untuk fotografer karena begitu banyak dan kaya pilihan kamera dan lensa yang bisa digunakan untuk menghasilkan karya terbaik.

Bagi produsen kamera, saatnya berinovasi karena kompetisi semakin hangat. Tanpa inovasi maka cepat atau lambat akan tertinggal.


----

*) Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin


(jsn/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed