Jumat, 30 Jun 2017 10:27 WIB

Betapa Bersihnya Langit Jakarta Sesudah Lebaran

Niken Purnamasari - detikInet
Foto: Amadeus Pribowo Foto: Amadeus Pribowo
Jakarta - Sebuah foto perbandingan langit Jakarta pada saat sebelum dan setelah Lebaran tengah viral di media sosial. Foto tersebut juga menuai beragam reaksi dari netizen. Sebab dalam foto tergambar jelas kondisi dan langit cuaca yang begitu cerah pada saat Lebaran dan bertepatan banyak warga yang tengah mudik.

Foto tersebut diunggah oleh akun Amadeus Pribowo melalui Facebook pada 27 Juni 2017. Ada empat foto yang dijadikan satu dan diambil pada tanggal yang berbeda yakni pada 24 Juni (H-1 Lebaran), 25 Juni (saat Lebaran), 26 Juni (saat Lebaran) dan 27 Juni (H+1 Lebaran).

"This is what happens to the sky of Jakarta before, during, and after Lebaran when most of the city's inhabitants are on vacation. (Ini yang terjadi di langit Jakarta sebelum, saat dan sesudah Lebaran ketika banyak penduduk tengah berlibur)," tulis Amadeus.

Hingga Jumat (29/6/2017) pukul 19.00 WIB, postingan tersebut mendapat 1,6 ribu like dan dibagikan 6.464 kali.

Kepada detikcom, Amadeus mengatakan memotret tiap perubahan langit Jakarta menggunakan kamera dari ponsel miliknya. Posisi ia memotret yakni dari balkon apartemennya yang berlokasi di daerah Jakarta Selatan.

"Saya ambil foto itu setiap pagi antara pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB dari balkon apartemen saya. Dari segi cuaca dan sebagainya, terus terang saya nggak bisa tentukan dengan pasti di H-1 benar-benar butek langitnya. Saya notice di H-2 langit Jakarta sudah abu-abu. Saya ngobrol sama teman saya dan bilang ya mungkin ini karena orang-orang sudah mulai mudik," ujar Amadeus, Kamis (29/6/2017).

Amadeus yang bekerja sebagai Wakil Rektor bidang penelitian di Indonesia International Institute for Life Sciences itu menerangkan, langit Jakarta di H-1 Lebaran terlihat berwarna abu-abu kemungkinan karena polusi udara.


"Di hari H-1, saya yakin bahwa langit Jakarta terlihat abu-abu memang karena tingginya tingkat polusi udara hari itu. Udaranya sendiri sudah bau polusi. Namun ada beberapa kemungkinan juga selain polusi kendaraan, bisa pula dari polusi industri. Saya tidak bisa pastikan 100 persen. Pas Lebaran kan industri shut down. Mungkin ada pengaruhnya juga," kata Amadeus.

Selain itu, Amadeus juga mengatakan di Indonesia saat ini masih minim informasi terkait tingkat polusi udara. Sebab itu sumber polusi belum bisa dipastikan berapa besar, baik yang berasal dari kendaraan maupun dari kegiatan industri.

"Tidak ada data polusi udara yang bisa diakses publik melalui internet. Informasi juga minim. Sebab itu penting diadakan penelitian berkala mengenai tingkat pencemaran udara dan juga sumbernya supaya bisa diambil kebijakan yang tepat untuk menanggulangi masalah pencemaran udara di Jakarta dan Indonesia," jelasnya. (nkn/rou)

Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed