Lokasi yang dimaksud berada dalam komplek kastil Nijo. Komplek ini sendiri sebenarnya adalah lokasi wisata, namun demi gelaran Fujikina II, Fujifilm memanfaatkan salah satu bangunan di dalamnya. Secara arsitektur, pengunjung akan dimanjakan dengan desain bangunan khas kekaisaran Jepang.
Tapi bukan soal kastil Nijo yang akan dibahas, melainkan usaha Fujifilm membuat undangan yang hadir di tengah musim dingin tetap nyaman. Suhu tercatat berada di angka sekitar 6-7 derajat celcius, ketika acara pertama Fujikina II digelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, tiap-tiap alas kursi juga ditempel semacam lapisan pemanas. Sehingga selain dihangatkan oleh selimut, kursi yang diduduki juga ikut memberi kehangatan.
Foto: yud/detikcom |
Dengan begitu, undangan yang hadir bisa lebih fokus memperhatikan paparan informasi yang disampaikan Chairman & CEO Fujifilm Shigetaka Komori dan GM Sales & Marketing Fujifilm Toshihisa Iida yang jadi pembicara di acara pembuka Fujikina II.
Adapun yang jadi agenda utama Fujikina II adalah diungkapnya banderol kamera mirrorless medium format GFX 50S yang berada di angka USD 6.499 atau sekitar Rp 87 juta (USD 1 = Rp 13.300). Selain itu produsen Jepang ini juga mengumumkan kehadiran kamera mirrorless terbarunya X-T20 (USD 899) dan X100F (USD 1.299).
Termasuk peresmian harga untuk X-Pro2 dan X-T2 yang dua-duanya menyodorkan kelir baru Graphite Silver. Masing-masing dihargai sebesar USD 2.299 atau senilai Rp 30 juta, dan USD 1.799 yang setara Rp 23,9 juta. (yud/fyk)
Foto: yud/detikcom