Kamera tersebut sejatinya pertama kali diumumkan di ajang Photokina yang digelar tahun 2016 lalu. Meski telah membeberkan berbagai kelebihan yang dimiliki, Fujifilm masih enggan membeberkan harga yang diusungnya ketika itu.
"Target harganya sebelum kena pajak, semoga bisa di bawah USD 10 ribu (sekitar Rp 130 juta dengan kurs USD 1 = Rp 13.300). Tapi kami belum memutuskan (berapanya)," kata Toshihisa Iida, GM Sales & Marketing Fujifilm, di Cologne, Jerman, September lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah Chairman & CEO Fujifilm Shigetaka Komori yang mengungkapnya. Dengan segala kelebihan yang ditawarkan GFX 50S, produsen asal negeri Nippon ini membanderol kamera medium format tersebut di angka USD 6.499 atau sekitar Rp 87 juta.
"Kurang dari satu juta yen, sudah termasuk lensa standar," ujarnya di Kyoto, Jepang.
Untuk mendampingi GFX 50S, tiga lensa memang telah disiapkan Fujifilm. Antara lain adalah lensa zoom GF 32-64 mm, lensa standar GF 63 mm, dan lensa GF 120 mm. Produsen ini membanderolnya masing-masing di angka USD 2.299, USD 1.499, dan USD 2.699.
Foto: yud/detikcom |
Lebih lanjut, Komori juga menjelaskan secara singkat kelebihan GFX 50S. Dibandingkan kamera full format, ukuran pixel yang mampu disodorkan GFX 50S lebih besar yang secara dramatis mampu memberikan peningkatan kualitas signifikan.
Untuk ukuran kamera medium format, bobot GFX 50S juga terbilang sangat ringan. Hanya sekitar 920 gram, yang mana 40% lebih ringan dibanding kamera medium format lain yang ada di pasaran.
"GFX (50S) dan tiga lensanya, bisa masuk dalam tas kecil ini," pamer Iida yang turut hadir dalam peresmian harga GFX 50S. Di atas panggung, dia menggendong sebuah tas selempang berisi GFX 50S bersama tiga lensanya.
Foto: yud/detikcom |
Foto: yud/detikcom
Foto: yud/detikcom