Untuk memperkuat segmen entry level dan prosumer, Canon meluncurkan kamera adik-kakak G5 X dan G9 X berbarengan. Keduanya saling melengkapi kebutuhan kamera saku yang ringkas namun tetap berkualitas dengan kemampuan hingga 20,2 megapiksel.
Selain itu, keduanya juga didukung oleh prosesor DIGIC 6 dan dan sensor CMOS 1 inci. Untuk urusan ISO, baik G5 X dan G9 X mencapai 12800 yang bisa mengatasi kondisi low light (cahaya temaram/malam hari).
Menurut Marketing Manager Image Communications Product PT Datascrip Angelie Ivone, seri terbaru PowerShot tersebut diharapkan mampu memikat para penggemar fotografi di dua segmen yang diincarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal fitur, keduanya tidak jauh berbeda satu sama lain seperti kemampuan koneksi ke smartphone ataupun fitur filter dan layar sentuh. Kalaupun ada perbedaaan yakni kehadiran viewfinder optic dan LCD putar di G5X. Juga hot shoe (tempat untuk menaruh lampu flash) di atas viewfinder sehingga membuat body G5X tampak lebih macho dan maskulin.
Di G9 X, fitur viewfinder, LCD putar dan hot shoe memang tidak ada, namun hal ini membuat bodinya jadi lebih tipis dan mudah dimasukan ke saku. "G9X menyasar ke perempuan. Bodinya kecil biar bisa masuk ke tas kecil perempuan," imbuh Ivone.
Kendati begitu, Canon banyak berharap kepada G9 X untuk dapat mengembalikan kejayaan kamera poket yang belakangan tergeser oleh kamera smartphone. Salah satunya yakni dengan tetap mengandalkan kekuatan lensa, sensor dan prosesor kamera yang tidak dipunyai kamera ponsel. "Lensa G9 X itu berlapis seperti lensa kamera profesional. Itu untuk ketajaman dan kepekaan cahaya," katanya lagi.
Sayangnya, keduanya baru bisa ditemui di toko-toko kamera pada Februari mendatang. G9 X di bandrol dengan harga Rp 5 jutaan, sementara 'kakaknya' G5 X pada kisaran Rp 8 jutaan. "Kenapa G5X lebih mahal, karena optic viewfinder saja kalau beli terpisah itu Rp 3 jutaan," pungkas Ivone.
(Ari/yud)